Month: January 2010

Lidah

 redaksicerpen  Sunday, 24 January 2010  1 Comment on Lidah

Cerpen Ahmad Rofiq (Kompas, 24 Januari 2010) MATAHARI telah muncul di timur. Cahaya kuning menyeruak dan menguasi permukaan langit. Bola…

Subuh Mak’ke

 redaksicerpen  Sunday, 24 January 2010  0 Comments on Subuh Mak’ke

Cerpen Ida Ahdiah (Republika, 24 Januari 2010) ADA suara yang menggangguku pada sebuah subuh gerimis, di bulan Januari. Suara azan…

Jimat Sero

 redaksicerpen  Sunday, 24 January 2010  0 Comments on Jimat Sero

Cerpen Eka Kurniawan (Suara Merdeka, 24 Januari 2010) “KAMU masih sering dipukul orang?” tanya teman lamaku, waktu kami berjumpa di…

Tentang Tak Ada

 redaksicerpen  Sunday, 24 January 2010  1 Comment on Tentang Tak Ada

Cerpen Avianti Armand (Koran Tempo, 24 Januari 2010) MENUNGGU Tak ada yang berubah di kafe ini. Gebyok kayu yang jadi…

Seekor Anjing Manis

 redaksicerpen  Sunday, 17 January 2010  0 Comments on Seekor Anjing Manis

Cerpen Sungging Raga (Kompas, 17 Januari 2010) MANISHA nyaris terlambat sekolah. Ia bangun kesiangan karena semalam menonton televisi sampai larut,…

Sura dan Perempuan

 redaksicerpen  Sunday, 17 January 2010  0 Comments on Sura dan Perempuan

Cerpen Handoko F Zainsam (Republika, 17 Januari 2010) TAK seorang pun berani main-main dengannya. Dia perempuan terhebat yang pernah ada…

Mati

 redaksicerpen  Sunday, 17 January 2010  0 Comments on Mati

Cerpen Sergi Pamies (Koran Tempo, 17 Januari 2010) AKU harus mengalami mati untuk tahu apakah ada orang yang mencintaiku. Ketika…

Lelaki Kabut dan Boneka

 redaksicerpen  Monday, 11 January 2010  0 Comments on Lelaki Kabut dan Boneka

Cerpen Helvy Tiana Rosa LELAKI itu tiada mempunyai wajah yang tetap, tetapi sebenarnya ia ada. Ia selalu bersembunyi di balik…

Pengunyah Sirih

 redaksicerpen  Sunday, 10 January 2010  0 Comments on Pengunyah Sirih

Cerpen S Prasetyo Utomo (Kompas, 10 Januari 2010) MULUT Sukro senantiasa memerah. Bibir, gigi, dan lidah lelaki setengah baya itu…

Hamdi

 redaksicerpen  Sunday, 10 January 2010  0 Comments on Hamdi

Cerpen Ika Yunia Fauzia (Republika, 10 Januari 2010) “HIDUP ini indah, seindah tumpukan sampah yang menggunung di depanku. Seharum aroma…