Month: October 2010

Di Tepi Pintu Neraka

 redaksicerpen  Sunday, 17 October 2010  0 Comments on Di Tepi Pintu Neraka

JELEK sekali wajah perempuan ini! Dia tidak pernah mengenal musim bunga usia. Dia hanya tahu masa layu dan keringnya bunga….

Henning Dorg

 redaksicerpen  Sunday, 17 October 2010  0 Comments on Henning Dorg

SEJAK empat tahun lalu, saya telah berpisah dengan Ibu dan mencoba mengadu nasib di Osaka. Selama itu pula, saya berpindah-pindah…

Peta Buta

 redaksicerpen  Sunday, 17 October 2010  0 Comments on Peta Buta

SELAMA setahun kami mempersiapkan pemberontakan yang lebih besar lagi. Kota Rakyat menjadi markas kami dan menjadi pusat kekuatan pasukan Dadeda….

Babi

 redaksicerpen  Sunday, 17 October 2010  0 Comments on Babi

“DASAR babi!”

Let’s Be Wise People

 redaksicerpen  Friday, 15 October 2010  0 Comments on Let’s Be Wise People

Oleh Setta SS (Eramuslim, 9 Februari 2008) SEORANG anak lahir setelah 11 tahun pernikahan mereka—pasangan yang saling mencintai itu. Dan,…

Kunang-kunang dalam Bir

 redaksicerpen  Sunday, 10 October 2010  0 Comments on Kunang-kunang dalam Bir

Cerpen Djenar Maesa Ayu dan Agus Noor (Kompas, 10 Oktober 2010) DI kafe itu, ia meneguk kenangan. Ini gelas bir…

Perempuan Shalat di Tengah Malam

 redaksicerpen  Sunday, 10 October 2010  0 Comments on Perempuan Shalat di Tengah Malam

PEREMPUAN yang selalu shalat di tengah malam itu namanya Akila. Teman-temannya memanggilnya Lala. Namun, Abah dan Umi memanggilnya Kila. Sementara…

Hilangnya M.Aplus

 redaksicerpen  Sunday, 10 October 2010  0 Comments on Hilangnya M.Aplus

M.APLUS hilang. Tidak jelas apakah ia memang sengaja menghilangkan diri, dihilangkan, atau pura-pura hilang. Yang pasti ia hilang.

Rara Jlegong

 redaksicerpen  Sunday, 10 October 2010  0 Comments on Rara Jlegong

AKU berjalan pulang melintasi jalan setapak. Matahari miring ke barat, udara musim kemarau meneteskan bulir-bulir keringat di keningku. Jalan menuju…

Ketika Semua Berjalan Mundur

 redaksicerpen  Sunday, 10 October 2010  0 Comments on Ketika Semua Berjalan Mundur

Cerpen Sungging Raga (Koran Tempo, 10 Oktober 2010) Tak ada yang kita tinggalkan kalau kita berjalan mundur….