Month: December 2010

Pohon Jejawi

 redaksicerpen  Sunday, 26 December 2010  0 Comments on Pohon Jejawi

Cerpen Budi Darma (Kompas, 26 Desember 2010) JANGAN buka peta Surabaya hari ini, tapi, bukalah peta Surabaya pada akhir tahun…

Tangan

 redaksicerpen  Sunday, 26 December 2010  0 Comments on Tangan

SUDAH beberapa hari ini tanganku sering sulit diangkat. Apalagi untuk diayun-ayunkan. Aku sudah mendatangi Mantri Amak. Tapi, jawaban darinya tak…

Manusia Es

 redaksicerpen  Sunday, 26 December 2010  0 Comments on Manusia Es

Cerpen Haruki Murakami (Jawa Pos, 26 Desember 2010) AKU menikahi Manusia Es.

Pengintai

 redaksicerpen  Sunday, 26 December 2010  0 Comments on Pengintai

“PARA pencemburu itu bisa sewaktu-waktu mengubah setiap orang menjadi pemburu yang tak akan berhenti memburu. Tak akan berhenti. Tak akan…

Pelepah Ikan

 redaksicerpen  Sunday, 26 December 2010  0 Comments on Pelepah Ikan

“MAU coba anak hiu? Atau ikan pari ini?” Laki-laki itu sedang memandang perahu-perahu yang mengerubuti sebuah kapal besar penangkap ikan…

Kucing Keempat

 redaksicerpen  Sunday, 26 December 2010  0 Comments on Kucing Keempat

Cerpen Faisal Syahreza (Lampung Post, 26 Desember 2010) “AKU mempunyai sebuah impian untuk kota ini. Impian sederhana tentang sebuah rumah…

Bahasa Cinta

 redaksicerpen  Tuesday, 21 December 2010  0 Comments on Bahasa Cinta

Oleh Setta SS (Eramuslim, 16 Mei 2007) JAM dinding menunjukkan pukul 10 pagi lewat beberapa menit saat sepupu saya yang…

Sirajatunda

 redaksicerpen  Sunday, 19 December 2010  0 Comments on Sirajatunda

Cerpen Nukila Amal (Kompas, 19 Desember 2010) IBARAT pohon, benakku saat ini adalah sebuah pohon pengetahuan yang besar dan kokoh,…

Kiblat

 redaksicerpen  Sunday, 19 December 2010  0 Comments on Kiblat

SEJAK kabar tentang bergesernya arah kiblat beberapa derajat, masjid di kampungnya Markum tak lagi dikunjungi warga. Alasannya, mereka tidak mau…

Tak Sampai Bersampan ke Kampung Kusta

 redaksicerpen  Sunday, 19 December 2010  0 Comments on Tak Sampai Bersampan ke Kampung Kusta

KONGKAM berkali-kali mengusap tempias rinyai hujan di wajahnya. Berkali-kali ia mendongak. Sungguh tak ia duga, langit di atas laut kecil…