Month: January 2014

Matinya Seorang Demonstran

 redaksicerpen  Sunday, 26 January 2014  1 Comment on Matinya Seorang Demonstran

Cerpen Agus Noor (Kompas, 26 Januari 2014) PAHLAWAN hanyalah pecundang yang beruntung. Ratih selalu tak bisa melupakan kata-kata itu setiap…

Gadis Berambut Panjang

 redaksicerpen  Sunday, 26 January 2014  0 Comments on Gadis Berambut Panjang

Cerpen Miguel Ángel Asturias (Koran Tempo, 26 Januari 2014) DAN El Cadejo, yang mencuri gadis-gadis beruntai-rambut-panjang dan mengikat surai kuda-kuda,…

Luxor

 redaksicerpen  Sunday, 26 January 2014  1 Comment on Luxor

Cerpen Radna Tegar Zakaria (Suara Merdeka, 26 Januari 2014) KALAU tidak sedang patah hati dan merencanakan bunuh diri, jangan sekali-sekali…

Tentang Drupadi

 redaksicerpen  Sunday, 26 January 2014  4 Comments on Tentang Drupadi

Cerpen Wina Bojonegoro (Jawa Pos, 26 Januari 2014) “SEHARUSNYA tempat ini menjadi kenangan yang indah. Saksi sebuah pesta pernikahan yang…

Surat Untuk Ayah

 redaksicerpen  Sunday, 26 January 2014  3 Comments on Surat Untuk Ayah

Cerpen Sam Edy Yuswanto (Republika, 26 Januari 2014) ENTAH telah berapa ratus surat yang Nadia tulis untuk Ayah semenjak masih…

Semiliar Ikan Memakan Anjing-Anjing

 redaksicerpen  Sunday, 19 January 2014  0 Comments on Semiliar Ikan Memakan Anjing-Anjing

Dapur kita, rutin mengirimkan aneka limbah ke got-got, sungai-sungai, dan samudera. Sebagian kecil resap ke dalam perut bumi, mengendap. Sebagian…

Nisan Kosong

 redaksicerpen  Sunday, 19 January 2014  0 Comments on Nisan Kosong

Cerpen Ilham Q. Moehiddin (Jawa Pos, 19 Januari 2014) Setelah Pembunuhan Kedua. SEHARUSNYA musim dingin segera berakhir sebulan lalu, selepas tahun…

Harimau Belang

 redaksicerpen  Sunday, 12 January 2014  2 Comments on Harimau Belang

Menot mengusap perutnya yang tengah hamil lima bulan. Hatinya sedikit cemas. Hujan yang tak kunjung reda membuatnya teringat dengan Nalis,…

Kamboja di Atas Nisan

 redaksicerpen  Sunday, 05 January 2014  0 Comments on Kamboja di Atas Nisan

Tubuhnya gemetar. Perlahan tangan perempuan itu bergerak, menyusuri lekuk-lekuk batu tanah gundukan di hadapannya.