Pusara Ibu Enju
Cerpen A Warits Rovi (Republika, 29 Maret 2015) Tangan Enju yang lembut memilah kembang. Mengusap tanah pusara ibunya. Sesekali ia…
Arsip Cerpen di Indonesia
Cerpen A Warits Rovi (Republika, 29 Maret 2015) Tangan Enju yang lembut memilah kembang. Mengusap tanah pusara ibunya. Sesekali ia…
Akhirnya setelah berbulan-bulan menjanda, Cun menampakkan roman akan menikah lagi.
Cerpen Putri Rezeki Rahayu (Republika, 22 Maret 2015) “Mutasyakirin awy. Allah yuwaffiq insya Allah,” ucapan terima kasih sekaligus untaian doa…
Dia aku sebut saja pohon ayah. Sebab memiliki kekuatan hidup bertahan pada akarnya. Dia sangat tabah walau badai menerpanya dari…
Cerpen Rajif Duchlun (Republika, 15 Maret 2015) Ia sebenarnya masih ingin menjadi seorang Ateis sejati. Ia tidak ingin masuk Islam….
Musim gugur tiba. Saatnya bekerja di luar ruang. Kantor-kantor di tempatku bekerja memiliki kebiasaan aneh, boleh membawa pekerjaan ke manapun…
Cerpen Risda Nur Widia (Republika, 08 Maret 2015) Barangkali, pria itu tercipta dari sebuah ketabahan. Sudah satu minggu berlalu, ketika…
Seluruh rakyat republik Garpallo sangat yakin, Presiden Grag-Gaz telah mati. Di layar televisi, rakyat menyaksikan peti jenazah Presiden Grag-Gaz diturunkan…
Cerpen Yayan Suryana, Lc. (Republika, 01 Maret 2015) Malam belum larut. Suara-suara kendaraan bermotor terdengar kuat. Tat-tet-tot bunyi klakson mobil-mobil…
Ikra memberikan tanggapan awal untuk karya pertama Radit yang dimuat di sebuah surat kabar Jakarta pagi itu.
Copyright © 2026 CERPEN.MY.ID