Ibu Nadia lalu memberi penjelasan.
“Indonesia adalah negara yang beragam. Macam-macam suku ada di Indonesia. Tionghoa juga termasuk salah satu suku di Indonesia. Namun, Ibu mau tekankan di sini bahwa yang utama untuk menjadi bangsa yang baik, kita semua sebagai warga negara Indonesia harus bersedia berbakti dan setia pada bangsa dan negara Indonesia, tidak peduli asal sukunya, agamanya, atau juga golongannya. Baik yang berasal dari Jawa, Batak, Bugis, Tionghoa, maupun Arab, jika ia setia dan berbakti pad a Indonesia, itulah baru bangsa Indonesia yang sejati.”
Seluruh siswa mengangguk tanda mengerti.
“Seperti pelajaran tematik kita hari ini dengan mempelajari keragaman Indonesia. Bahwa perbedaan itu ada, untuk menunjukkan indahnya kebersamaan, bukan sebagai pemecah. Oleh sebab itu, kita harus menghargai perbedaan ini,” jelas Ibu Nadia.
Sepulang sekolah, Sem menghampiri Ling-Ling untuk meminta maaf. Ling-Ling menerima permintaan maaf dari Sem.
Catatan:
Khusus untuk Klasika edisi Juli, kami akan mengangkat salah satu nilai karakter unggul dengan dongeng bertemakan “Keberagaman Indonesia”. Kirimkan dongeng Anda ke nusantarabertutur@gmail.com