Sepokok Jeruk Purut dan Burung Pipit

Baca juga: Sebuah Kejutan

Sang Pencipta menciptakan dua kehidupan yang berbeda, unik dan luar biasa. Kedua ciptaan-Nya hidup berdampingan tanpa memikirkan keuntungan dan kerugian masing-masing. Justru keduanya diuntungkan, baik pohon jeruk purut maupun burung pipit. Pohon jeruk memberi dahan yang kuat, kokoh serta daun yang lebat, tempat bernaung burung pipit. Burung pipit menyuburkan tanah di sekitar batang pohon dengan kotorannya. Ibarat simbiosis mutualisme antara ikan badut dengan anemone laut. Sebuah pola interaksi dan perpaduan yang erat antara dua makhluk hidup yang berlainan jenis.

Apabila terik Matahari menyengat dan gerimis hujan menyerbu, pohon jeruk purut menutupi sarang burung pipit dengan dedaunan hijau nan lebatnya. Apabila pohon jeruk tengah murung, daunnya mulai berguguran akibat kekurangan asupan unsur hara dalam tanah, burung pipit seperti mengerti keadaan, ia menyiapkan kotorannya yang menyuburkan tanah. Jika pohon jeruk purut merasa kesepian, burung pipit bersedia bernyanyi sebagai obat pelipur lara setiap hari.

Pohon jeruk purut dan burung pipit tak pernah meributkan perbedaan di antara mereka. Mereka hidup rukun tanpa percekcokan. Mereka tumbuh dengan semestinya. Mereka tak pernah memikirkan apa yang dipikirkan oleh manusia.

Sebagaimana pohon jeruk purut dan burung pipit, mereka hanya memikirkan hidup saling ketergantungan satu sama lain. Pohon jeruk purut dan burung pipit tidak pernah berpikir meributkan identitas mereka masing-masing. Mereka tak pernah mempersoalkan makhluk yang lain putih, hitam, coklat atau merah. Tak peduli mereka memuja dewa, pohon, langit, tanah, lautan sekalipun kaleng-kaleng. Atau, mereka tak peduli, baik ia buruk rupa maupun cantik rupa.

Mereka akan merasa nyaman dan bahagia apabila dapat membantu dan mencapai kehidupan yang hakiki. Sebatang jeruk purut dan burung pipit telah memberi pelajaran padaku hari ini bahwa hidup adalah saling melengkapi.

Januari 2018

Arsip Cerpen di Indonesia