Selfie

“Udah jangan banyak-banyak, bahaya Fi,” Bela mengingatkan ketika Selfi merasa kurang puas dan ingin menambah foto selfie-nya.

“Satu lagi, Bel, tenang saja, aman kok.”

Cekrek!

Selfi tersenyum puas sambil buru-buru menarik tongsisnya. Sayang, sesuatu terjadi di luar dugaannya.

“Aaaww!!” Selfi menjerit saat smartphone-nya tersenggol dan terjatuh akibat terserempet pengendara motor yang menyalip dengan kecepatan tinggi.

***

Di pinggir jalan, Selfi terus menangis sesenggukan menyaksikan nasib layar smartphone-nya yang retak terjatuh di aspal. Ia baru benar-benar menyadari bahaya berselfie saat berkendara.

Baca juga: Sebelum Pesawat Itu Jatuh – Cerpen Sam Edy Yuswanto (Republika, 25 Januari 2015)

“Ambil hikmahnya, Fi,” sambil merangkul Selfi, Bela terus menghibur sahabatnya.

“Bagaimana ntar aku menjelaskannya ke Ibu, Bel, aku pasti dimarahin karena teledor,” Selfi mengusap matanya dengan tisu yang diberikan Bela.

“Aku yakin ibumu nggak marah, beliau mungkin malah bersyukur,” kata-kata Bela membuat dahi Selfi berkerut dan menatap aneh sahabatnya.

“Bersyukur?”

Bela mengangguk, “Coba kita renungi kejadian barusan Fi, untung tadi bukan kita yang jatuh akibat terserempet motor Mas Mas yang ugal-ugalan itu, iya kan?”

Selfi berusaha merenungi ucapan Bela. Iya, apa kata Bela benar juga, gumam Selfi dalam hati.

 

Puring Kebumen, 19 Desember 2017

Penulis bermukim di Purwosari RT 1 RW 3, Puring, Kebumen

Arsip Cerpen di Indonesia