Yu Supi tak pernah tahu, apakah benar berita yang dia terima dari beberapa orang yang sempat jajan ke warungnya. Tapi semenjak mall itu berdiri, anak-anak muda dari kampus seberang jalan itu tak pernah lagi berkunjung ke warungnya. Hanya beberapa gelintir saja yang masih kerap terlihat datang, namun beberapa waktu belakangan pun ikut menghilang. Yu Supi paham benar, semata-mata kesalahan itu tak hanya lahir dari mall yang kini berdiri mentereng di depan matanya, melainkan jalannya rezeki dari Gusti Allah juga turut andil. Di atas becak Samadi yang mengantarnya pulang ke rumah, kini dia sudah ikhlas, sudah tega warungnya akan dilebur menjadi lahan parkir. Gusti Allah tidak tidur, dia yakin rezeki akan datang meski tak lagi terlahir dari warungnya yang siap dibongkar.
Artie Ahmad, lahir di Salatiga, 21 November 1994. Novel terbarunya, ‘Sunyi di Dada Sumirah’ Penerbit Buku Mojok, Agustus 2018.