Viona

Di benaknya ada perasaan mencekam. Ia merasa takut diikuti rasa penasaran. Ia kemudian berdiri dan menoleh ke rimbunan bambu tadi. Berlahan ia melangkah mendekati rimbunan bambu. Angin senja membuat rimbunan bambu bergerak tak karuan. Gadis itu mendekat tanpa ragu. Rasa penasaran mengalahkan rasa takutnya.

Viona mempertajam pendengarannya, terdengar suara rintihan dan teriakan samar-samar dari celah bambu, tapi ia terus mendekat. Ia melangkah tanpa ragu. Diambilnya sebuah tongkat, kemudian dipukul-pukulkannya ke arah rimbunan bambu itu. Tak ada apa-apa. Ia terus mencari. Entah apa yang dicarinya.

Seketika ia terkejut. Sesosok wanita berambut panjang dengan wajah tertutupi oleh sebagian rambutnya muncul di hadapannya. Viona tergagau. Ia ketakutan, tapi tongkat digenggamannya dilempar ke arah wanita itu. Ia hendak berbalik meninggalkan tempat itu, namun di belakangnya terlihat aneh. Pohon-pohon tempat ia dan temannya beristirahat tadi, telah hilang dari pandangannya.

Baca juga: Meraih Bintang – Cerpen Fadhila Syahda F.A. (Rakyat Sumbar, 01-02 Desember 2018)

Suasana benar-benar gelap. Viona kebingungan. Ia tak tahu lagi apa yang harus dilakukan. Ia hanya memejamkan mata sambil jongkok. Berlahan ia mulai merasakan ada sesuatu yang mencengkram kuat dirinya dari belakang. Setelah itu ia tak sadar lagi apa yang terjadi.

Setelah sadar, badan mungilnya tak dapat digerakkan lagi. Tubuhnya kaku. Setiap kali menoleh, ada beberapa sosok yang ia lihat. Sosok-sosok itu tampak seperti hantu, sangat seram. Ia kebingungan. Sangat kebingungan sekali. Ia kemudian menunduk dan melihat pakaian yang ia kenakan. Pakaian itu mirip pakaian sosok berambut panjang yang ia lihat tadi. Ia berlari entah ke mana, tapi ia merasa tubuhnya bahkan lebih ringan dari sebelumnya. Kemudian ia melihat sebuah sumur tua, walau dengan penglihatan samar-samar. Ia melihat pantulan wajahnya dari mulut sumur. Viona terkejut melihat pantulan wajahnya serupa dengan wajah sosok berambut panjang yang ia lihat tadi. Lagi-lagi ia kebingungan, tapi lama kelamaan ia mulai sadar. Ruhnya berada di tempat yang salah.

“Kemarilah! Kau sudah menjadi bagian dari kami,” suara misterius itu terdengar jelas di telinga Viona.

Arsip Cerpen di Indonesia