Seandainya
buat Ahmad

Seandainya tubuhku gelombang Ie Beuna,
ingin kutarik tanganmu dari tragedi itu.
Lalu secara tergesa akan kukabarkan
pada para puak bahwa kau bukanlah?
puluh ribu orang yang melawan laut
pada pagi Minggu itu.
Di luar, langit cerah seperti candaan kita
Tapi dari arah laut, gelombang meretakkan
Cita-cita dan membawa hanyut harapanmu,
Hampir seperti desa-desa kita yang saban
Waktu disapu oleh ribuan peluru dari Jakarta.
“Aku ingin jadi Militer,” katamu, suatu hari
Tapi pada hari lain, kau mendadak jadi
Seulanga, dan aku terpacak menunggumu
di hadapan luas laut tak berbatas ini
dengan suara Seurune Kalee yang?
meringkik, pedih dan seolah menangis.
Di laut, apakah kau bahagia, Mad?
Jakarta, 2019
Pilo Poly lahir di Bandar Baru, Pidie Jaya, Aceh, pada 16 Agustus 1987. Buku puisi terbarunya, Arakundoe (2019). Kini, dia berkhidmat di Komunitas Sastra Indonesia (KSI).