30 Cerita tentang Jendela di Bukit Tidur

Cerita 7. Suatu kali, sebuah badai besar datang dengan tiba-tiba. Seluruh desa nyaris hancur tersapu angin, termasuk rumah besar yang ada di Bukit Tidur. Tak ada yang tersisa dari rumah itu, selain sebuah jendelanya. Semua lenyap terbawa badai, termasuk laki-laki pemilik rumah itu.

Cerita 8. Launabrina adalah salah satu orang yang selamat dari badai. Itu karena pemilik toko, tempat yang sedang ia datangi saat badai, memiliki ruang bawah tanah yang aman. Tapi, saat ia kembali ke Bukit Tidur, ia menangis melihat keadaan rumah yang hanya tersisa jendelanya. Sejak itu, Launabrina tinggal di desa. Tapi, setiap hari, ia akan datang ke Bukit Tidur untuk membersihkan jendela dan memotongi rumput liar di sekitar jendela. Diam-diam penduduk desa selalu menunjuk dirinya sebagai contoh dari arti kesetiaan.

Cerita 9. Kupikir cerita ibu tentang Launabrina terlalu berlebihan. Aku yakin apa yang dilakukannya itu bukanlah sekadar perkara kesetiaan semata. Ia pastilah jatuh cinta kepada laki-laki pemilik rumah itu. Tak ada orang yang sanggup bersetia seperti itu bila ia tak jatuh cinta setengah mati. Kalian pasti setuju denganku!

Cerita 10. Tak sedikit saudagar dari kota lain yang berniat menyewa Bukit Tidur, dan membangun kembali rumah di situ. Tapi, entah kenapa, selalu saja niat itu tak pernah terlaksana. Transaksi mereka selalu gagal dengan berbagai alasan. Mulai dari si pembeli yang tiba-tiba sakit parah, uang yang telah disiapkan hilang atau dirampok, sampai sebab lainnya. Hingga beberapa tahun berlalu, tak ada seorang pun yang berhasil menyewa bukit itu.

Cerita 11. Satu hari, Launabrina jatuh pingsan saat tengah membersihkan jendela. Penduduk desa menebak ia pingsan karena kelelahan. Bagaimanapun, tahun-tahun yang telah berlalu membuat dirinya tak lagi muda seperti dulu, sehingga tak lagi bisa memaksakan diri untuk naik-turun bukit setiap hari. Sejak itulah, Launabrina tak lagi datang ke Bukit Tidur. Itu membuatnya begitu bersedih.

Cerita 12. Sejak Launabrina tak lagi bisa ke bukit, orang-orang mulai seenaknya datang ke sana. Saat itulah mereka mengetahui keajaiban yang ada di jendela itu. Cerita dengan cepat menyebar ke mana-mana. Orang-orang pun berbondong-bondong datang ke Bukit Tidur untuk membuktikan cerita tentang jendela itu.

Arsip Cerpen di Indonesia