Doa dari Ibu

“Baiklah, Bu, Bima ikut,” jawab Bima lagi.

Akhirnya pertandingan pun dimulai, Bima merasa deg-degan, dia memandang wajah ibu dan berkata, “Bu, apa bisa Bima menang?” tanya Bima.

“Iya dong nak, ibu bangga kalau Bima juara,” jawab ibunya.

Akhirnya Bimapun optimis dan menyelesaikan pertandingan dengan sangat baik. Ia pun turun di atas panggung dan berkata, “Bu tadi Bima hampir lupa di ayat terakhir surah Al Kafirun,” ucap Bima.

“Ia ibu tahu, maka dari itu Ibu tuntun Bima lewat doa,” jawab ibu sambil mencium Bima.

Pengumuman pertandingan pun dimulai dari harapan III, sampai akhirnya juara III diumumkan tapi nama Bima belum terpanggil juga.

“Bu nama Bima nggak dipanggil, mungkin Bima kalah,” ucapn ya.

“Tidak papa, Nak,kalah menang itu biasa dalam bertanding, yang terpenting adalah Bima sudah berani dan sudah menampilkan yang terbaik,” ucap Ibu.

“Iya bu, Bima akan berusaha belajar lebih giat lagi,” ucapnya.

Dan juara II jatuh pada Muhammad Bima Arianto (Tiba-tiba suara itu terdengar di antara obrolan Ibu dan juga Bima). Bima pun merasa senang begitu juga dengan Ibunya. Merekapun bergegas pergi ke atas panggung.

“Bu Bima berhasil, dapat juara II,” ucap Bima.

“Iya nak,setiap apa yang kita usahakan dan kita tidak putus asa meraihnya maka akan berhasil,” ujar Ibu pada Bima.

“Terimakasih bu untuk doamu,” kata Bima sambil memeluk Ibunya.

Akhirnya mereka pulang dengan perasaan yang sangat bahagia, Bima pun berjanji akan lebih giat belajar dan bangun pagi lebih awal. ***

Arsip Cerpen di Indonesia