Kematian

Dia katakan dengan ketenangan yang seperti angkasa yang gelap, tentang takdir langit yang tak akan bisa dilawan. Bahwa kematian adalah hak Tuhan. Bahwa kematian juga bukan berarti kematian. Karena kehidupan adalah meliputi seluruh alam semesta yang material dan alam lain yang diberitakan dalam kitab suci.

“Sesungguhnya, anakku, kita hanya mematuhi perintah Allah, bukan raja kita.”

Tetapi dalam kesunyian yang bisu, pada malam-malam yang nestapa, dalam tangis anak perempuannya yang pilu, dalam waktu yang berjarak, setelah peristiwa tragis itu ñrasa sesalnya tiba-tiba lahir dan membuatnya ragu sendiri atas kebenaran semua tafsirnya. Dia mengutuk dirinya sendiri. Memohon maaf pada anaknya dan bertobat pada Tuhannya. Malam itu pula, di dalam musala di atas sebuah bukit, ketika para utusan kerajaan datang padanya ñdia menerimanya sebagai tamu maut yang akan mengantarnya pada penebusan. Dengan demikian, dia tunaikan takdirnya. ❑-e

 

Ranang Aji SP, cerita pendeknya diterbitkan pelbagai media cetak dan digital. Menerbitkan buku kumpulan cerita pendek Serigala yang Berzikir di Akhir Waktu (Nyala, 2018), buku kumpulan puisi Fang (2011) dan kumpulan puisi Bersama Titik Perlawanan: Masih Kau Melawan (Lestra, 2012). Novelnya berlatar sejarah Perjalanan Cinta di Tanah Jawa dan Kekasih Bayangan menunggu proses terbit.

Arsip Cerpen di Indonesia