Ombak termenung. Ia bimbang. Ia tak masalah jika disuruh bicara dengan hujan. Namun, ia agak takut kepada matahari. Katanya, sinarnya sangat panas dan bisa membuat gosong. Hiiyy.. Namun, ombak harus bicara dengan matahari, demi teman.
Hujan pun berhenti dan matahari bersinar hangat. Kain sutra hijau merasa hangat dan berterima kasih pada ombak. Angin berhembus pelan membuat ia nyaman. Tetapi, sang kain mempunyai satu permintaan lagi,
“Bisakan kau mengantarkanku menuju Pulau Jawa? Menuju Jakarta? Pemilikku pasti mencariku,” pinta kain sutra hijau.
Ombak mengangguk. Ia menyuruh angin untuk mendorong kain sutra ke pulau Jawa, menuju sebuah kota bernama Jakarta. Kain sutra pun pergi meninggalkan ombak kecil tersebut.
Beberapa minggu kemudian, ada sebuah kapal besar melewati laut Flores. Sesuatu memanggil ombak dengan suara kecil.
“Ombak.. ombak…”
Ombak menoleh ternyata suara itu berasal dari kain sutra. Kain tersebut sekarang sudah dijahit menjadi baju. Baju itu dipakai oleh seorang penumpang kapal laut tersebut.
“Terima kasih sudah membantuku, ombak,” bisik baju sutra tersebut.
Ombak pun tersenyum. ***
Syakira Qonita Sholihat. Kelas VI Homeschooling, Jalan PHH Mustopa No 102 Bandung.