Persiapan bangi yang Mudik

Kecut hati Mak Rahimah ketika melihat para tetangga berkumpul di malam Lebaran. Mereka bersuka ria membagi cerita-cerita yang selama ini tak kuasa diceritakan lantaran terpisahnya jarak yang demikian berjauhan. Tawa bocah-bocah kecil menguasai keadaan rumah-rumah tetangga. Hanya rumah Mak Rahimah sendiri yang temaram. Toples-toples makanan kecil berteman sepi. Beberapa kali tetangga memang bertandang ke rumahnya, namun itu tak pernah lama. Mereka hanya sekadar mampir dan berlalu. Sudah beberapa kali Lebaran Mak Rahimah kesepian seperti itu.

Kali ini dia tak ingin lagi mengalami kesepian yang sama. Sembari menonton berita di televisi, ia mulai mempersiapkan apa saja untuk menjamu anak-anaknya yang akan pulang mudik Lebaran. Meski tadi Dananto telah menelpon, kemungkinan ia tak pulang lagi lantaran Noor istrinya teramat ingin pulang ke Palembang lagi, sedangkan Puti juga menelepon bahwa ia mungkin pulang tapi menunggu keputusan suaminya. Meski begitu Mak Rahimah mempersiapkan untuk menyambut anak-anaknya. Kemungkinan akan selalu ada dan ia masih terus diperbolehkan berharap, berkumpul dengan anak-anaknya di malam Lebaran nanti. ❑- g

 

Artie Ahmad, lahir di Salatiga, 21 November 1994. Ia menulis cerita-cerita pendek dan novel. Beberapa cerita pendeknya dimuat media massa.

Arsip Cerpen di Indonesia