Rumah Baru Kum

“Teman-teman, sekalian saja sampahnya kita kumpulkan, agar pantai ini juga bersih,” kata Kum penuh semangat.

“Setuju, ayo kumpulkan! Kita memang kecil tapi kita punya jari-jari yang kuat, kan?” kata Igu si kelomang gagah.

“Ayo, aku bantu!” Nubee segera terbang membawa daun dan plastik ringan menjauhi pantai. Kum dan yang lainnya bergotong royong menyeret sampah mengikuti Nubee.

Sampah yang berserakan sekarang sudah terkumpul di satu tempat, rumah kosong juga banyak mereka temukan.

“Akhirnya kita tidak akan kesulitan lagi mencari rumah,” kata Kum diiringi senyum berseri-seri kawan-kawannya.

“Iya, Kum. Tapi bagaimana dengan ini?” Lomi si kelomang imut menunjuk sampah yang menggunung.

“Kalau itu, nanti aku minta bantuan teman-temanku yang lain untuk membantu membuat lubang khusus untuk sampah.” Nubee memberi solusi.

“Terima kasih ya, Nubee,” kata Kum ketika melepas lelah di atas karang bersama Nubee.

“Sama-sama, Kum. Aku senang kamu sudah punya rumah baru.”

“Besok kita melihat terumbu karang,” janji Kum.

“Asyik!” Nubee terbang sambil menari senang. *

Arsip Cerpen di Indonesia