Sampah di Sekitar Aris

Dalam tidurnya, ia bermimpi sedang tidur di atas jerami. Di sekitarnya terdapat pemandangan yang begitu indah sekali. Ditambah dengan peternakan. Udara amat segar. Ia berlari-lari kecil menikmati keindahan alam itu.

Sebentar, ia berhenti pada sungai yang dangkal dan dingin. Ia pun duduk di tepinya. Sambil mengoyang-goyangkan kakinya pada air, ia pun tersenyum. Sementara tak jauh dari depannya, Konstan, penggembala kerbau lagi bernyanyi kecil, membiarkan kerbau-kerbaunya makan rumput. Sesekali ia membaca buku di atasnya. Asyik benar ia menikmati isi bacaan. Sepertinya buku pelajaran sekolah.

Tak lama ia mengajak Aris naik ke punggung kerbau. “Naik, yuk!” ajak Konstan. Aris dengan semangat mengiakan. Ia pun naik menunggangi kerbau tersebut. Habis itu, Aris kembali tidur-tiduran di jerami. Tak lama ia pun tertidur. Namun sayang, di tidurnya itu, ia diganggu oleh semut. Bukan itu saja, entah dari mana muncul sampah dari berbagai penjuru mendatanginya. Sehingga ia mandi sampah. Susah Aris menggoyangkan tangannya untuk menghindari sampah-sampah itu.

“Tolong! Tolong!” begitu ia berseru. Aris pun terjaga dari tidurnya. Semut terlihat menggigit tangannya. Sementara kertas-kertas berserakan di sekelilingnya. Ia pun cepat mengambil sapu dan mengumpulkan sampah. Setelah itu membuangnya ke keranjang sampah. Cepat ia juga merapikan kamar dan tempat tidurnya. Ia berjanji dalam dirinya untuk membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan.

 

Tuan Ara T. Simanjuntak. Penulis adalah siswi kelas V SD Nasrani.

Arsip Cerpen di Indonesia