“Yang di sana itu apa, Din?” tanya Tasya.
“Itu kolam,” jawab Dinda.
“Oh, kolam,” jawab Tasya.
“Kita mainnya udahan yuk,” kata Dinda.
“Yasudah, kita beres-beres dulu biar rapi,” usul Tasya.
“Oke, kalau sudah selesai kita main di kolam itu yuk Tasya.” kata Dinda.
“Baiklah, tapi jangan lama-lama.”
Setelah selesai merapikan tempat mereka main masak-masakan, Tasya dan Dinda menuju ke kolam yang ada di belakang rumah Dinda. Tasya dan Dinda awalnya hanya mencelupkan kakinya saja, lama-kelamaan Dinda mencoba mencelupkan sebagian tubuhnya. Tidak lama kemudian ternyata Dinda terpeleset dan seluruh tubuhnya masuk ke dalam kolam yang sangat dalam. Tasya bergegas untuk menolong Dinda.
“Tasya, tolooooong aku, dalam sekali kolamnya. Aku tidak bisa berenang,” kata Dinda dengan panik sambil mengulurkan kedua tangannya.
“Aduh Din, aku juga tidak bisa berenang. Bagaimana nih?” tanya Tasya dengan rasa panik juga.
Tasya berusaha mencari ide agar Dinda bisa keluar dari kolam, mulai dari mengambil kayu sampai menarik tangan Dinda dengan sekuat tenaga. Namun, semuanya gagal karena tubuh Dinda terlalu besar.
Tasya pun mencoba sekali lagi untuk menarik tubuh Dinda dan berdoa agar Tasya dapat menyelamatkan Dinda dengan segera. Tasya menyuruh Dinda agar tetap tenang dan Tasya mulai menarik tubuh Dinda kembali. Akhirnya, Dinda bisa keluar dari kolam dengan selamat walaupun sedikit ada luka lecet di bagian kakinya.
“Alhamdulillah, kamu bisa keluar juga.” kata Tasya dengan tersenyum.
“Terima kasih Tasya, kamu sudah menolong Aku,” kata Dinda sambil memeluk Tasya.
Tasya langsung membawa Dinda ke rumuh untuk mengganti pakaian. Tidak lama kemudian, Ibu Dinda pulang.
“Tok, tok, tok.” Ibu Dinda mengetuk pintu.
Tasya membukakan pintu.