
“Bu, kita harus beli tiket dulu?” tanya Salsa.
“Iya, supaya ketika terjadi hal yang tidak diinginkan petugas kebun binatang bisa membantu kita.”
“Oh, begitu Bu. Sini Bu biar Salsa aja ngasi tiketnya ke petugas,” kata Salsa.“Yasudah.”
Setelah memberi tiket ke petugas pintu masuk, Salsa bersama Ayah dan Ibunya masuk ke area kebun binatang. Salsa sangat senang sekali bisa melihat berbagai macam binatang yang sebelumnya belum pernah Salsa lihat. Di kebun binatang juga banyak sekali pengunjung yang datang untuk berlibur.
“Bu, banyak sekali binatangnya.” kata Salsa dengan gembira.
“Iya, di kebun binatang kita bisa melihat binatang yang hidup di hutan, jadi kita tidak perlu jauh-jauh ke hutan untuk melihat binatang.” kata Ibu Salsa.
“Jadi ini binatang-binatang yang ada hutan, Bu?” tanya Salsa.
“Iya, Nak,” kata Ibu.
Ketika mengililingi area kebun binatang Ayah Salsa menyuruh Salsa untuk bepegangan tangan dengan Ayah dan Ibunya. Namun, Salsa tidak mempedulikan apa kata Ayahnya. Salsa menganggap dirinya sudah besar, jadi tidak perlu berpegangan tanga dengan Ayah dan Ibunya.
“Bu, ayo kita lihat harimau,” kata Salsa. “Kandangnya ada di sebalah sana,” kata Ibu.
Karena banyak sekali orang-orang yang melihat harimau, Salsa menerobos ke tempat paling yang depan agar bisa terlihat. Salsa melihat harimau yang besar dan memiliki gigi taring yang panjang. Ketika Salsa menoleh ke arah belakang, Salsa tidak melihat Ayah dan Ibunya karena banyak sekali orang yang melihat harimau.
“Ayah…Ibu,” teriak Salsa.
Salsa pun kebingungan tidak melihat Ayah dan Ibunya, Salsa berlajan mencari Ayah dan Ibunya dengan raut wajah ketakutan dan sedih. Salsa takut Ayah dan Ibunya sudah pulang meninggalkannya. Setelah lama mencari, Salsa pun menangis di sudut kebun binatang. Tidak lama kemudian, petugas kebun binatang datang menghampiri Salsa.