Seorang pejabat yang seharian diperiksa di KPK pergi makan siang dengan seorang pengacaranya.
“Kau punya ide kita makan apa siang ini?”
“Karena Anda sedang gelisah dan cemas, aku anjurkan soto Kudus, Tuan. Siapa tahu setelah itu nanti ketua KPK bisa jernih melihat masalah ini.”
“Kenapa soto Kudus?”
“Karena Kudus kan artinya suci, Tuan.”
Seorang koruptor Kakap buronan KPK tertangkap di sebuah kota persembunyiannya, Intelejen KPK yang menangkapnya segera membawanya ke Jakarta. Di dalam pesawat terbang yang membawa mereka si Koruptor berceloteh dengan bangga.
“Tadi pagi aku sarapan bubur di Manado, siang tadi aku makan nasi bebek di Surabaya, sekarang aku menonton video di pesawat di atas Yogyakarta, nanti sore aku pasti minum kopi di Jakarta bersama Kepala Polisi di Mabes, beruntung sekali hidupku.”
“Ada yang ketinggalan, Bung,” sela Intelejen KPK.
“Apa?”
“Malam nanti anda akan tidur di tahanan KPK.”
Seorang Istri pegawai korup tergopoh-gopoh mencari anak lelakinya yang kecanduan narkoba.
“Aduh gawat! Kau tahu di mana anakku?” tanya si Ibu kepada tetangganya.
“Apalagi rupanya yang dijualnya?”
“Tak ada, semua barang kami sudah habis, tapi dia harus mengembalikannya sebelum bapaknya mandi pagi.”
“Apa yang dibawanya.”
“Seragam dinas.”
Seorang pejabat yang punya sakit jantung dan darah tinggi suatu hari terjungkal dari sepedanya saat berolahraga di perumahan tempat tinggalnya. Pejabat itu lalu memaki-maki polisi tidur yang membuatnya terjatuh.
Tak lama kemudian polisi tidur itu bangun.
Dan jantung si pejabat kontan berhenti.
Pak Robet seorang koruptor dan makelar kasus yang santun, setiap berhasil korupsi dia selalu mendatangi gereja membuat pengakuan dosa.
Suatu hari Pak Robet dicari cari KPK, dia sangat takut sekali, maka dia pun lari bersembunyi. Dalam persembunyiannya suatu hari dia mendatangi gereja langganannya untuk membuat pengakuan dosa seperti yang selalu dilakukannya.