Sekolah Baruku

Sekolah Baruku ilustrasi Analisaw
Sekolah Baruku ilustrasi Analisa

Di hari pertama sekolah, biasanya kami tidak belajar. Guru hanya memberi nasihat dan menyuruh perkenalan. Haa…hal yang paling tidak kusuka. Setelah itu, aku dan Sherly hanya berbincang-bincang mengenai sekolahku yang dulu, keadaan di sana dan mengapa aku pindah sekolah.

Saat pulang, kuajak Sherly ke rumahku. Ia menyetujuinya. Kami pun berjalan kaki menuju ke rumahku.

Sesampainya di rumah, Sherly bertemu Ibu dan mengucap salam. Ibu membalasnya sambil tersenyum. Ibu mengajaknya makan siang bersama. Kami bermain-main di halaman hingga lupa waktu.

“Vina, aku harus pulang sekarang. Sudah mau sore soalnya. Lain kali kita main lagi ya,” ucap Sherly khawatir.

“Baiklah, aku akan mengantarmu sampai ke pintu depan,” jawabku.

“Bye, Vina,” ucap Sherly

“Bye, Sherly. Hati-hati, ya,” sahutku sedih.

Hari ini cukup indah karena aku bisa mendapatkan teman yang baik dan pengertian. Aku beruntung. Aku merasa bahwa pindah sekolah bukan keputusan yang salah. ***

Arsip Cerpen di Indonesia