Tangis Keramba Opung

Tangis Keramba Opung ilustrasi Regina Primalita - Kompasw
Tangis Keramba Opung ilustrasi Regina Primalita/Kompas

Togar menunduk sedih mendengarnya. Opung dan para tetangganya memanfaatkan air danau di belakang rumah dengan memasang jaring untuk budi daya ikan. Semuanya hidup dari hasil penjualan ikan-ikan tersebut. Jika pencemaran air danau terus terjadi, opung dan pemilik keramba lainnya akan kesulitan.

Togar tiba-tiba mempunyai sebuah ide cemerlang. Sorenya, ia mengundang kedua sepupunya, Sahat dan Manan, untuk membantunya. Mereka bertiga membuat papan-papan pengumuman dari kayu bertuliskan larangan membuang sampah di danau Toba. Bahan untuk papan pengumuman sederhana itu adalah tripleks dan kayu kaso sisa-sisa renovasi rumah opung beberapa waktu lalu.

Esok paginya, Togar bersama Sahat dan Manan lalu memasang beberapa papan larangan membuang sampah di tempat-tempat yang banyak dikunjungi wisatawan di seputaran Danau Toba. Harapan mereka, dengan cara begitu, tak akan ada lagi tangis keramba di Danau Toba. *

Arsip Cerpen di Indonesia