
Dari balkon itu, Ani juga dapat melihat Pulau Samosir yang ada di tengah Danau Toba.
Setelah itu, Ani bertanya pada Paman Lamhot, “Ceritakan dong Paman tentang Rumah Pengasingan ini,” kata Ani.
“Iya, jadi, zaman dahulu Pemerintah Kolonial Belanda menahan Pak Soekarno di rumah ini, supaya beliau tidak bisa mempengaruhi rakyatnya untuk memperjuangkan negara ini. Singkat kata, pihak Pemerintah Kolonial tidak ingin Indonesia merdeka.”
“Oh, begitu, ya, Paman,” ujar Ani.
“Iya, Ani. Tahu tidak? Sebelum diasingkan di sini, Bapak Proklamator kita itu juga sempat diasingkan di Ende Flores, lalu di pulau Bangka, bahkan beliau juga pernah ditahan di penjara Sukamiskin Bandung.” papar pamannya.
“Wah, Pak Soekarno tegar sekali dahulu, ya, Paman?” tanggap Ani.
“Tentu saja! Beliau dan pahlawan lainnya telah berkorban dan berjuang keras demi memerdekakan Indonesia. Maka kita harus selalu menghargai jasa pahlawan kita.”
Ani mengangguk takzim mendengar kata-kata Paman Lamhot. Ia kembali memandangi keindahan Danau Toba di hadapannya dan bersyukur atas karunia Tuhan yang begitu besar. *