HIDUP DAN MATI; DERUM JANTUNG; HARI RAYA PUISI; KEINDAHAN DERITA

KEINDAHAN DERITA

.

Degup jantung adalah mawar

Merekah dan menguncup pada suatu musim

Seperti bangku taman ini

Kita duduk-duduk dijatuhi daun kering

Menghadap keindahan derita

Sedang senja sudah di ambang sore

Surup mataku menangkap tangkai gorden

Membatasi sebuah pertemuan

.

Tidurku lalu gelisah. Mengigau di sana

.

Namun bangku taman itu tak pernah kosong

Kenangan akan selalu tertinggal di sana

Dipatuki paruh burung pemakan madu

Lelehan manisnya melekat di sandaran bangku

Tempat punggung puisi menghapus lelah

Hinggap di dahan pohon peneduh

Bersiul-siul dalam panggilan rindu

Pembawa warta berisi jerami kering

.

Aku telah kembali. Memunguti kenangan itu

Bercampur daun-daun puisi

.

Indramayu, 2018

 .

Faris Al Faisal. Lahir di Indramayu, Jawa Barat. Bergiat di Dewan Kesenian Indramayu (DKI) dan Lembaga Kebudayaan Indramayu (LKI). Puisinya mendapat Hadiah Penghargaan dalam Sayembara Menulis Puisi Islam ASEAN Sempena Mahrajan Persuratan dan Kesenian Islam Nusantara ke-9 Tahun 2020 di Membakut, Sabah, Malaysia. Buku puisi keduanya “Dari Lubuk Cimanuk ke Muara Kerinduan ke Laut Impian” (Rumah Pustaka, 2018)

Arsip Cerpen di Indonesia