KEINDAHAN DERITA
.
Degup jantung adalah mawar
Merekah dan menguncup pada suatu musim
Seperti bangku taman ini
Kita duduk-duduk dijatuhi daun kering
Menghadap keindahan derita
Sedang senja sudah di ambang sore
Surup mataku menangkap tangkai gorden
Membatasi sebuah pertemuan
.
Tidurku lalu gelisah. Mengigau di sana
.
Namun bangku taman itu tak pernah kosong
Kenangan akan selalu tertinggal di sana
Dipatuki paruh burung pemakan madu
Lelehan manisnya melekat di sandaran bangku
Tempat punggung puisi menghapus lelah
Hinggap di dahan pohon peneduh
Bersiul-siul dalam panggilan rindu
Pembawa warta berisi jerami kering
.
Aku telah kembali. Memunguti kenangan itu
Bercampur daun-daun puisi
.
Indramayu, 2018
.