ACEP ZAMZAM NOOR

Puisi-puisi Beni Setia (Koran Tempo, 23 Januari 2022)

SONI FARID MAULANA

.

Hari masih petang, ketika ia datang serta

menunjukkan puisi baru. berkas ketikan

siap dikirim. setelah baca aku ajak makan malam

: nasi kuning. ikan goreng dengan sambel kacang

.

xii/21

.

.

.

HIKMAT GUMELAR

.

aku benar-benar ingin mengembalikan buku itu,

meski kau bilang: “telat!”. aku kata, “itu mirip

punyanya pras—jadi harus dikonfirmasi dahulu …”

(sekarang terpikirkan: kenapa mesti dikembalikan)

.

xii/21

.

.

.

ACEP ZAMZAM NOOR

.

mutlak sebuah fiksi modern. hadir dengan

imajinasi berbeda—tak sedikitpun bicara:

agama. melulu puisi serta selalu cuma puisi

(karenanya aku rindu penampilan yang lain)

.

xii/21

.

.

.

Beni Setia lahir di Soreang, Bandung Selatan, 1 Januari 1954. Kini ia tinggal di Caruban, Jawa Timur. Ia menulis cerpen, puisi, dan esai tentang sosial-budaya. Buku karyanya berjudul Legiun Asing: Tiga Kumpulan Sajak (1987), Dinamika Gerak (1990), dan Harendong (1996).

Beni Setia lahir di Soreang, Bandung Selatan, 1 Januari 1954. Kini ia tinggal di Caruban, Jawa Timur. Ia menulis cerpen, puisi, dan esai tentang sosial-budaya. Buku karyanya berjudul Legiun Asing: Tiga Kumpulan Sajak (1987), Dinamika Gerak (1990), dan Harendong (1996).

Beni Setia lahir di Soreang, Bandung Selatan, 1 Januari 1954. Kini ia tinggal di Caruban, Jawa Timur. Ia menulis cerpen, puisi, dan esai tentang sosial-budaya. Buku karyanya berjudul Legiun Asing: Tiga Kumpulan Sajak (1987), Dinamika Gerak (1990), dan Harendong (1996).

.

ACEP ZAMZAM NOOR/

.

Arsip Cerpen di Indonesia