Puisi-Puisi Sultan Musa (Republika, 28 Agustus 2022)
SENYUMAN DI UJUNG WAKTU
.
Kucoba membersihkan gelas,
tempat bersemayam cahaya Ilahi
.
;benarkah ranting yang patah…
kembali bertindak mendengarkan hati?
;adakah daun yang gugur…
kembali dekat mengalahkan ego?
.
Dan senyuman Tuhan…
tetap terikat, hingga paham
bahwa setiap “kamu” punya cerita
bahwa setiap “aku” punya kisah dan
bahwa setiap “kita” punya pesan
.
kamu, aku, dan kita
: sama-sama merebakkan senyuman di ujung waktu
.
#2022
.
.
.
TUMINDAK TUAN
.
mengapa harus takut di ujung kabut?
saat hujan merinai hitam
meski bukan tempat dingin kelam
.
mengapa harus gelisah di antara awan?
saat diri tertatah legam
meski melewati jeda waktu suram
.
…biarlah dipa menemui langkah ini
tak perlu benci atas darsa diri
.
…biarlah damar embuskan janji
tak perlu ragu buana imaji
.
apa pun itu membalut luka Tuan
senja tetap berlabuh karena bersemayam hati
yang hangatnya tak kunjung padam
.
#2022
.
.
.
UCAP HATI PERIANG PATAH
.
ketika sudah lelah
karena bertarung gundah
aku hanya bisa meresah
sembari merebah…
.
namun, lukisan waktu
selalu wajah itu
tak kenal jemu
mengurai untuk merindu
lewat doa coba merangkulmu
.
teruntuk dirimu…
jangan paksa aku
merajut bayangmu
pada gelap hatiku…
.
#2022
.
.
.
TAKSA
.
Pada suatu ketika,
aku dengar sejumput nasihat
dari sang penyeru.
.
Tetapi, terdengar samar
apalagi semua gelap
atau aku yang terpuruk di kegelapan?
.
Pada cahaya yang menyapa
tersadar aku menyelam dalam gelap
.
Adakah cahaya itu sebelumnya yang melangkah pergi
atau aku yang membuatnya menjauh?
.
#2022
.
.
Sultan Musa berasal dari Samarinda, Kalimantan Timur. Karya-karyanya masuk dalam beberapa antologi bersama penyair nasional dan internasional. Seperti Antologi Puisi Penyair Dunia Wangian Kembang: Antologi Puisi Sempena Konvesyen Penyair Dunia – KONPEN yang digagas Persatuan Penyair Malaysia (2018), Antologi Puisi Negeri Serumpun Khas Sempena Pertemuan Dunia Melayu GAPENA & MBMKB (2020), La Antologia De Poesia Cultural Argentina – Indonesia, Antologi Puisi Budaya Argentina – Indonesia (2021). Antologi Puisi Cakerawala Islam MAIK – Majlis Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu Kelantan –Malaysia (2022). Tercatat pula di buku Apa & Siapa Penyair Indonesia, Yayasan Hari Puisi Indonesia, Jakarta 2017. Karya tunggalnya bertajuk “TITIK KOMA” (2021) masuk nominasi Penghargaan Sastra 2021 Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur.
.
.