GELOMBANG
.
Seperti bilik, kita berada di sekat yang tak
teraba. Saat ini yang tampak hanya tinta
hitam pada setiap seratnya
.
Gelombang yang telah menutup pintu
rebah seakan larut dalam lumpur yang gelap
.
Entah apa yang menggerusnya ke dasar
tanah itu. Mungkin saja gumpalan pekat
yang akan terus menerus mematuk paru.
.
Ini kali seterusnya aku merakit
pastel-pastel lego itu. Meski ruasnya
di ujung entah.
Hanya terlihat satu dzira saja
Lebih satu jengkal setiap sudutnya.
.
Lembar demi lembar sudah aku tamatkan tentang
kisah nina bobo. Namun
ranjang-ranjang itu semakin beku tanpa angguk.
.
Depok, Juli 2021
.
Willy Ana lahir di Bengkulu, 1981, dan tinggal di Depok. Buku puisinya antara lain Tabot Aku Bengkulu (2016) dan Petuah Kampung (2017). Ia penggagas dan ketua Festival Sastra Bengkulu.
.
NISAN
.
aku beku. menunggu
di depan batu berukir
kelopak bunga jatuh
satu per satu
.
seperti detik.
.
seperti detik
bagi lengang yang nyaring
mendentingkan tanya
bisakah namamu
.
hilang darinya?
.
Bayu Pratama bermukim di Mataram. Sehari-hari, ia bekerja di salah satu surat kabar lokal dan bergiat di Komunitas Akarpohon.
.
Willy Ana lahir di Bengkulu, 1981, dan tinggal di Depok. Buku puisinya antara lain Tabot Aku Bengkulu (2016) dan Petuah Kampung (2017). Ia penggagas dan ketua Festival Sastra Bengkulu. Willy Ana lahir di Bengkulu, 1981, dan tinggal di Depok. Buku puisinya antara lain Tabot Aku Bengkulu (2016) dan Petuah Kampung (2017). Ia penggagas dan ketua Festival Sastra Bengkulu. Willy Ana lahir di Bengkulu, 1981, dan tinggal di Depok. Buku puisinya antara lain Tabot Aku Bengkulu (2016) dan Petuah Kampung (2017). Ia penggagas dan ketua Festival Sastra Bengkulu. Willy Ana lahir di Bengkulu, 1981, dan tinggal di Depok. Buku puisinya antara lain Tabot Aku Bengkulu (2016) dan Petuah Kampung (2017). Ia penggagas dan ketua Festival Sastra Bengkulu. Willy Ana lahir di Bengkulu, 1981, dan tinggal di Depok. Buku GELOMBANG NISAN. GELOMBANG NISAN.