Lelaki Patah Hati yang Tak Pernah Berhenti Mengatakan Cinta

Cerpen Yuf Fernandez (Radar Selatan, 21 Januari 2019)

Lelaki Patah Hati yang Tak Pernah Berhenti Mengatakan Cinta ilustrasi Radar Selatan (1)
Lelaki Patah Hati yang Tak Pernah Berhenti Mengatakan Cinta ilustrasi Radar Selatan

Siena pernah bercerita tentang seorang lelaki yang tidak pernah berhenti mencoba menjadikan Siena sebagai kekasih hatinya meskipun ia telah berulang kali ditolak oleh Siena. Siena mengatakanbahwa ia sempat dibuat pusing oleh perjuangan sang lelaki yang tidak kenal lelah meskipun ia selalu saja menemui kegagalan.

Semuanya bermula ketika sang lelaki jatuh cinta. Sang lelaki yangseperti baru menemukan hartayang terpendam berjuang sebisa mungkin merebut perhatian Siena. Sang lelaki berubah menjadi seorang pemberani di dunia maya namun tetap menjadi pecundang ketika bertemu dengan Siena di dunia yang sebenarnya.

Sang lelaki menjelma menjadi seorang pemimpi yang mampu memindahkan gunung ke lautan ataupun mengembalikan waktu kembali ke zaman Abraham bahkan Adam. Ia mengantungkan mimpi-mimpinya di kantuk malam dari malam ke malam bersama Siena yang dipeluknya dalam khayal. Ia mengumpulkan keberanian untuk mengatakan perasaannya dan terjadilah penolakan pertama.

Siena sempat berpikir bahwa sang lelaki telah melupakan dirinya dan pergi mencari wanita lain setelah kabar mengenai sang lelaki hilang selama beberapa bulan lamanya. Namun ternyata ia salah, periode itu mungkin digunakan sang lelaki untuk bertapa di padang gurun. berteman dengan kesepian. belajar dari keheningan dan menyadari bahwa waktunya telah tiba, ia harus kembali untuk memperjuangkan cintanya.

Sang lelaki kembali dengan keberanian yang lebih baik tetapi tetap saja masih kurang.

Ia masih tetap malu menatap mata Siena ataupun berbicara dengan Siena. Siena yang keheranan dengan sikap sang lelaki berupaya tetap bersabar meskipun ia mulai jengkel dengan sikap sang lelaki. Sang lelaki yang begitu perkasa di dunia maya telah sangat yakin bahwa ia telah mampu menggetarkan hati Siena. Ia memutuskan menyatakan perasaannya dan terjadilah penolakan kedua.

Sang lelaki kembali menghilang dan muncul lagi dalam rentan waktu yang sama persis seperti peristiwa kehilangan pertama. Ia kembali muncul lagi di hadapan Siena dengan perilaku yang sama persis. Ia belum mampu mengajak Siena berbicara. Bahkan bertatapan secara langsung dengan Siena pun tak pernah lebih dari lima detik. Ia kembali menyatakan perasaannya dan kembali lagi ia ditolak.

Semuanya terjadi berulang-ulang. Sang lelaki datang, menyatakan cinta, ditolak dan menghilang. Sang lelaki kembali datang lagi, menyatakan cinta lagi, ditolak lagi dan menghilang lagi. Lalu sang lelaki datang lagi dan begitu terus hingga seperti telah memiliki siklus pasti.

Semuanya terjadi berulang-ulang hingga Siena telah menanti saat-saat tertentu dalam siklus tersebut. Ia amat menyukai bagian penolakan sebab pada saat seperti inilah ia merasa sangat berharga dan berkuasa. Tapi ia membenci bagian menghilang sebab ia harus menanti sang lelaki untuk muncul lagi dengan cara yang sama persis lagi.

Semuanya terjadi berulang-ulang. Semuanya terjadi dalam siklus yang berulang hingga penolakan yang ke sekian puluh kalinya yang berbuntut pada masa menghilang yang ke sekian puluh kalinya. sang lelaki tidak kunjung kembali. Sang lelaki tidak kunjung kembali meski siklus mengharuskan ia untuk kembali. Ia masih tetap saja tidak kembali meskipun siklus telah kembali ke saat ia harus kembali.

Siena seperti kehilangan sesuatu dalam hidupnya. Ia seperti kehilangan rasa jengkel yang ia dapatkan dari sang lelaki. Ia seperti kehilangan keseruan saat menatap sang lelaki yang malu- malu menatapnya. Ia seperti kehilangan keseruan dalam masa-masa kehadiran sang lelaki khususnya dalam dunia maya. Ia seperti kehilangan rasa berharga sebab tidak ada lagi sang lelaki yang berjuang mati-matian (meskipun hanya dalam dunia maya) mendapatkan cintanya. Ia seperti kehilangan cintanya.

Siena baru menyadari bahwa ia benar-benar kehilangan sang lelaki. Ia baru menyadari bahwa ia telah amat terpesona dengan siklus sang lelaki hingga tidak pernah menyadari bahwa sang lelaki telah berhasil menulis namanya di dalam hati Siena. Siena yang telah terlanjur jatuh hati dengan sang lelaki memutuskan untuk tidak mencari penganti sang lelaki dan tetap menanti sang lelaki.

Siena terus saja menunggu sang lelaki. Ada harapan dalam hatinya ketika siklus memasuki masa kedatangan. Ia menanti meskipun sang lelaki tidak kunjung-kunjung datang menemui dirinya. Ia tetap menanti meskipun masa siklus telah kembali ke masa kedatangan berulang-ulang kali. Ia tetap menanti meskipun sang lelaki tetap saja tidak datang kembali meskipun siklus mengharuskan ia untuk kembali.

Semua terjadi berulang-ulang kali. Siena tetap menanti sepanjang siklus yang mengharuskan sang lelaki datang, siklus yang mengharuskan sang lelaki menyatakan cinta, siklus yang mengharuskan sang lelaki ditolak, siklus yang mengharuskan sang lelaki menghilang. Siena terus menanti meskipun siklus telah kembali lagi ke tahap yang mengharuskan sang lelaki datang lagi. tahap yang mengharuskan sang lelaki ditolak lagi, tahap yang mengharuskan sang lelaki menghilang lagi. meskipun sang lelaki tidak pernah kembali.

Semuanya terjadi berulang-ulang. Siena terus saja menanti sang lelaki kembali hingga siklus kembali ke masa dimana sang lelaki harus menghilang untuk kesekian kalinya. Ketika siklus memasuki masa di mana sang lelaki harus kembali tanpa kehadiran sang lelaki untuk kesekian puluh kalinya (jumlahnya sama dengan jumlah penolakan) sang lelaki kembali.

Sang lelaki kembali dengan keberanian yang masih sama seperti yang dulu. Meskipun ia telah menghilang dalam rentan waktu yang amat sangat lama, hal ini tetap tidak mempengaruhi keberaniannya. Ia masih hanya mampu mengajak Siena berbicara dalam dunia maya dan belum dapat menatap Siena lebih dari lima detik.

Siklus kembali ke masa di mana sang lelaki diharuskan untuk menyatakan perasaannya. Sang lelaki masih menyatakan perasaannya dengan cara yang sama seperti dulu. Ia masih menyatakan perasaan dengan kemalu- maluan yang masih sama dan kata-kata yang masih sama pula. Siena yang takut kehilangan sang lelaki untuk kedua kalinya memutuskan untuk menerima sang lelaki menjadi kekasihnya. Keesokan harinya sang lelaki meninggal dunia.

 

Yuf Fernandez, baru menyelesaikan pendidikan di SMA Seminari St.Rafael. Bergiat di komunitas sastra filokalia.

Arsip Cerpen di Indonesia