Asterik, Sebuah Iklan Puisi

Puisi-puisi Alfin Rizal (Koran Tempo, 28-29 April 2018)

Asterik, Sebuah Iklan Puisi ilustrasi Imam Yunni - Koran Tempo.jpg
Asterik, Sebuah Iklan Puisi ilustrasi Imam Yunni/Koran Tempo

Asterik

 

Asterik menjadi bintang

Ketika ia kehilangan tanda

 

menyulut pagi yang buta

kabut turun berebut embun

ibu menyapu halaman menyapa

segenggam doa salah alamat

 

gembira kuas berlumur tinta

galat tak salah jadi masalah

senyummu garis kesepian wajah

bertemu di punggung penuh rajah

 

geliat tubuhmu rubuh

menghadapi siang benderang

andai peluh ini mengeluh

kulit bakar jadi santapan nafkah

 

2018

 

Sebuah Iklan Puisi

 

ada jari-jari yang menghamba

di atas keyboard huruf dan angka

 

juga simbol-simbol tak tahu diri

menyusun dirinya menjadi pesan

 

tubuh puisi ini lapar, dan kau

mengeja luar kepala. ada apa dengan

 

puisi-puisi yang pucat pasi

pagi ini?

 

kau bermimpi; menjadi buronan polisi

sebagai pembunuh orang yang ceroboh

membunuh ibumu.

 

aku kesulitan memaafkan pembunuh ibuku

tetapi tidakkah lebih baik

kita menulis puisi?

 

2018

 

Alfin Rizal, lahir di Magelang pada 5 November 1993. Pemangku Adat Literasi dan Taman Baca Masyarakat di Lesehan Sastra Kutub Yogyakarta. Bergiat di Komunitas Indonesia Buku Yogyakarta.

Arsip Cerpen di Indonesia