Category: Guntur Alam

GUNTUR ALAM

Buku kumpulan cerita pendeknya yang bertema gotik, Magi Perempuan dan Malam Kunang-Kunang (Gramedia Pustaka Utama, 2015). Seri novel horor urban legend-nya terbit di Elex Media Komputindo, yakni Arwah, Tumbal, Ritual, dan Teman, yang cetak ulang di bulan April-Mei 2022. Guntur bekerja sebagai aparatur sipil negara dan tinggal di Penukal Abab Lematang Ilir.

Darah Pertama

 redaksicerpen  Sunday, 11 November 2018  0 Comments on Darah Pertama

Cerpen Guntur Alam (Tribun Jabar, 11 November 2018) I KAU menggigil, menahan letupan api yang menggelegak dalam dada. Tanpa kausadari,…

Bangkai Anjing dalam Kepala Ayah

 redaksicerpen  Sunday, 30 September 2018  0 Comments on Bangkai Anjing dalam Kepala Ayah

Cerpen Guntur Alam (Jawa Pos, 30 September 2018) SAAT kuceritakan kepada ayah, bahwa sepulang sekolah tadi aku menemukan bangkai anjing…

Utang Darah Manusia Harimau

 redaksicerpen  Sunday, 29 July 2018

Cerpen Guntur Alam (Jawa Pos, 29 Juli 2018) APA kau percaya karma? Ah, bukan. Ini bukan karma. Ini hanya kutukan….

Doa Arwah

 redaksicerpen  Sunday, 10 June 2018  0 Comments on Doa Arwah

Cerpen Guntur Alam (Tribun Jabar, 10 Juni 2018) HALEK sedang membantu anaknya yang duduk di kelas 2 SD mengerjakan tugas…

Sebuah Tanda

 redaksicerpen  Sunday, 27 May 2018  1 Comment on Sebuah Tanda

Cerpen Guntur Alam (Kedaulatan Rakyat, 27 Mei 2018) BAGAIMANA perasaanmu jika kau ditumbuhkan oleh cerita-cerita tentang kebiadaban ayahmu? Ya, aku…

Mati

 redaksicerpen  Saturday, 12 May 2018  1 Comment on Mati

Cerpen Guntur Alam (Koran Tempo, 12-13 Mei 2018) BUNUH DIRI KAU ditemukan tewas pagi ini, di kamar apartemenmu. Asap briket…

Kue Itu Memakan Ayahku

 redaksicerpen  Sunday, 04 March 2018  0 Comments on Kue Itu Memakan Ayahku

Cerpen Guntur Alam (Kompas, 04 Maret 2018) “PELAN-PELAN, aku akan mati karena dimakan sebuah kue.”

Anak Laki-laki yang Terus Berdoa Menjelang Tidur

 redaksicerpen  Sunday, 17 December 2017  2 Comments on Anak Laki-laki yang Terus Berdoa Menjelang Tidur

Cerpen Guntur Alam (Tribun Jabar, 17 Desember 2017) “GARA-gara kau dia jadi kayak banci!” Dan Mama menangis mendengar tudingan itu….

Percakapan di Meja Makan dan Rahasia Kecil yang tak Bisa Diceritakan pada Siapa pun selain Kamu

 redaksicerpen  Sunday, 19 November 2017  0 Comments on Percakapan di Meja Makan dan Rahasia Kecil yang tak Bisa Diceritakan pada Siapa pun selain Kamu

Cerpen Guntur Alam (Padang Ekspres, 19 November 2017) TANGANMU sedikit gemetar saat menggenggam jemarinya, mata kalian bertemu. Kau berusaha tersenyum,…

Lilin Merah di Belakang Meja Mahyong

 redaksicerpen  Sunday, 03 April 2016  0 Comments on Lilin Merah di Belakang Meja Mahyong

SEORANG perempuan tua di balik meja mahyong teringat kepada sebatang lilin merah dalam wadah emas berpuluh-puluh tahun lalu. Lilin merah…