Category: Gde Aryantha Soethama

Tajen Terakhir

 redaksicerpen  Sunday, 16 August 2015  0 Comments on Tajen Terakhir

Lontar Pengayam Pegat cuma sembilan lembar, berbahasa campuran Jawa Kuno dan Bali Tengahan. Made Sambrag kebetulan mendapatkan lontar itu teronggok…

Menunda-nunda Mati

 redaksicerpen  Sunday, 20 July 2014  0 Comments on Menunda-nunda Mati

KUTIRAN telentang di ranjang, menggenggam jemari istri yang duduk duka di tepi dipan. “Boleh bersedih, tapi jangan menangis!” pintanya sembari…

Sumpah Serapah Bangsawan

 redaksicerpen  Sunday, 03 March 2013  0 Comments on Sumpah Serapah Bangsawan

USAI pendeta melantunkan mantra, segelintir kerabat itu pun tergopoh-gopoh pulang. Hanya sanak saudara dekat yang hadir, tak ada tamu undangan,…

Batas Tidur

 redaksicerpen  Sunday, 23 October 2011  0 Comments on Batas Tidur

Cerpen Gde Aryantha Soethama (Kompas, 23 Oktober 2011) JIKA hendak tamasya, kami akan pergi ke batas tidur, tubuh pun melayang-layang,…

Ordil Jadi Gancan

 redaksicerpen  Sunday, 15 August 2010  0 Comments on Ordil Jadi Gancan

Cerpen Gde Aryantha Soethama (Kompas, 15 Agustus 2010) DARI bawah pohon sawo di sudut alun-alun, Ordil menatap bade tumpang sembilan…