Dendang Membara Pirin Bana
Cerpen Raudal Tanjung Banua (Koran Tempo, 24 Februari 2013) JIKA terdengar rabab digesek, tergitik dawai-dawainya, dijentik berdenting-denting, lalu menimpal orang…
Arsip Cerpen di Indonesia
Cerpen Raudal Tanjung Banua (Koran Tempo, 24 Februari 2013) JIKA terdengar rabab digesek, tergitik dawai-dawainya, dijentik berdenting-denting, lalu menimpal orang…
Cerpen Raudal Tanjung Banua (Jawa Pos, 16 Desember 2012) PERCAYALAH, jika ada yang serempak mendatangimu dengan gemuruh degup di dada,…
Cerpen Raudal Tanjung Banua (Jawa Pos, 15 Juli 2012) PERNAH kuceritakan padamu tentang kota-kota hikayat yang sudah tamat, sebagian mencoba…
Cerpen Raudal Tanjung Banua (Jawa Pos, 29 April 2012) BERDIRI di jembatan Sungai Kampar pada suatu hari musim penghujan, pikiranku…
Cerpen Raudal Tanjung Banua (Koran Tempo, 12 Februari 2012) PAMANKU bernama Untung Sudah—nama dengan segala arti dan makna. Dia sendiri…
Cerpen Raudal Tanjung Banua (Koran Tempo, 29 Mei 2011) ABDUL Muin, mahasiswa semester keenam sebuah perguruan tinggi, ditemukan mati pagi…
AKU merantau maka aku ada, seseorang pernah berkata tentang dirinya, dan membuat kota rantauannya tiada. Tapi, di kampungku, orang-orang merantau…
DALAM rangkaian cerita kecil yang kusampaikan dengan cara mencicil, baru sekarang nenek kusebut. Ini mungkin tidak lazim. Biasanya, neneklah rujukan…
LARUT malam. Ia terus berjalan, membiarkan dirinya hanyut dalam arus pikiran. Kota begitu lengang. Sesekali, ada kendaraan lewat dengan mesin…
CERITA ini bermula ketika aku berangkat ke suatu tempat, dan dari kaca bus yang terbuka kulihat sebatang pohon menyendiri di…
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
| 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
| 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
| 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
| 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | ||
Copyright © 2026 CERPEN.MY.ID