Category: Radhar Panca Dahana

Dia yang telah Kubunuh

 redaksicerpen  Sunday, 27 October 2019  0 Comments on Dia yang telah Kubunuh

Cerpen Radhar Panca Dahana (Media Indonesia, 27 Oktober 2019) DI satu sudut kota, di Kuwu, begitu banyak orang menyebutnya, satu wilayah…

Apa Bapak Wafat?

 redaksicerpen  Sunday, 21 January 2018  0 Comments on Apa Bapak Wafat?

Cerpen Radhar Panca Dahana (Kompas, 21 Januari 2018) PAGI itu, pagi biasa, seperti pagi-pagi sebelumnya. Di rumah kami, inilah pagi…

Saat Maut Batal Menjemput

 redaksicerpen  Sunday, 12 March 2017  0 Comments on Saat Maut Batal Menjemput

Cerpen Radhar Panca Dahana (Kompas, 12 Maret 2017) AKU tahu, di tiap “sakit itu”, “tak siapa pun di situ”. Kesendirian,…

Jalan Sunyi Kota Mati

 redaksicerpen  Sunday, 23 March 2014  0 Comments on Jalan Sunyi Kota Mati

KOTA adalah tempat bagi semua yang pergi. Seperti hari itu. Ashar sudah lama lewat dan halte yang kudekati dijejali orang-orang…

Senja Buram, Daging di Mulutnya

 redaksicerpen  Sunday, 29 February 2004  0 Comments on Senja Buram, Daging di Mulutnya

Cerpen Radhar Panca Dahana (Kompas, 29 Februari 2004) “AMBILLAH! Aku ikhlas. Ambillah dan cepat pergi!”

Sepi Pun Menari di Tepi Hari

 redaksicerpen  Sunday, 29 June 2003  0 Comments on Sepi Pun Menari di Tepi Hari

Cerpen Radhar Panca Dahana (Kompas, 29 Juni 2003) KABAR gembira datang pagi hari.