Category: Wendoko

Bulan Merah

 redaksicerpen  Saturday, 03 September 2016  1 Comment on Bulan Merah

Cerpen Wendoko (Koran Tempo, 03-04 September 2016) KREET, Kreeet. Lia membuka matanya. Suara itu sangat mengganggu, seperti memaksa masuk ke…

Nebulae

 redaksicerpen  Sunday, 20 April 2014  0 Comments on Nebulae

Cerpen Wendoko (Koran Tempo, 20 April 2014) GURUKU mendongak ke langit. Katanya, gumpalan cahaya itu seperti bilah api di sumbu lilin….

Gerimis yang Menari

 redaksicerpen  Sunday, 17 February 2013  1 Comment on Gerimis yang Menari

Cerpen Wendoko (Koran Tempo, 17 Februari 2013) LEWAT teleskop di senapan Steyr-nya, ia mengamati keadaan di bawah sana. Ia melihat…

Fenghuang

 redaksicerpen  Sunday, 16 December 2012  0 Comments on Fenghuang

Cerpen Wendoko (Koran Tempo, 16 Desember 2012) NAMAKU FENGHUANG. Kata Niang, fenghuang adalah burung yang paling besar. Fenghuang juga burung…

Afrodit

 redaksicerpen  Tuesday, 17 April 2012  4 Comments on Afrodit

Cerpen Wendoko (Koran Tempo, 15 April 2012) IA melihat cahaya kemerahan. Ia melihat cahaya bergoyang goyang cepat, seolah sambar an…

Jazz!

 redaksicerpen  Tuesday, 06 March 2012  0 Comments on Jazz!

Cerpen Wendoko (Suara Merdeka, 4 Maret 2012) Kau Belum Datang Di kafe ada perempuan berseragam kantor, dengan senyum yang angkuh….

Musim Gugur Ketiga

 redaksicerpen  Sunday, 07 August 2011  0 Comments on Musim Gugur Ketiga

Cerpen Wendoko (Koran Tempo, 31 Juli 2011) Emma KAMAR itu buram. Ada cahaya lampu berwarna jingga yang buram. Dinding-dinding kuning-cokelatnya…

TENTANG KEDAI KOPI

 redaksicerpen  Sunday, 22 May 2011  0 Comments on TENTANG KEDAI KOPI

Puisi-puisi Wendoko (Suara Merdeka, 22 Mei 2011) KEDAI KOPI (I) . Ada bidak-bidak cokelat bertekstur biji, daun, dan tangkai. Ada…

Kafe, Impresi

 redaksicerpen  Sunday, 08 May 2011  0 Comments on Kafe, Impresi

Cerpen Wendoko (Koran Tempo, 08 Mei 2011) KAFE adalah tempat perhentian. Tempat orang-orang bertemu atau singgah, pada satu jeda waktu….

Kafe

 redaksicerpen  Sunday, 06 February 2011  0 Comments on Kafe

19.24 PEREMPUAN ITU di depannya—di balik laptop yang terbuka, dan secangkir kopi yang mengepulkan uap tipis.