Category: Wina Bojonegoro

Korsakov!

 redaksicerpen  Thursday, 04 August 2022  0 Comments on Korsakov!

Cerpen Wina Bojonegoro (Jawa Pos, 24 Januari 2010) KEPADA sahabatku: Jay

Pesta untuk Mu

 redaksicerpen  Saturday, 10 July 2021  0 Comments on Pesta untuk Mu

Di hadapan cermin peninggalan zaman, ia melepas baju gemerlap yang membungkus badan atas. Lalu jarit sidomukti yang dibekap dengan stagen…

Kisah-Kisah Asmara Seorang Penulis Novel

 redaksicerpen  Sunday, 09 August 2020  4 Comments on Kisah-Kisah Asmara Seorang Penulis Novel

Cerpen Wina Bojonegoro (Jawa Pos, 09 Agustus 2020) IDE NAMA itu melenggang di jalan kenanganku. Meliuk sebentar. Tiba-tiba aku diselimuti…

Lalijiwo

 redaksicerpen  Sunday, 24 November 2019  0 Comments on Lalijiwo

Cerpen Wina Bojonegoro (Jawa Pos, 24 November 2019) “Lalijiwo, Eyang… Kami tak mau yang lain.”

Lelaki Peri

 redaksicerpen  Sunday, 03 February 2019  1 Comment on Lelaki Peri

Cerpen Wina Bojonegoro (Jawa Pos, 03 Februari 2019) Berita tentang apa sanggup mendidihkan darahmu? “Musim semi dan festival bunga tulip…

Marabunta

 redaksicerpen  Sunday, 23 July 2017  2 Comments on Marabunta

Cerpen Wina Bojonegoro (Jawa Pos, 23 Juli 2017) KENANGAN seringkali merapuhkan hati. Sepuluh tahun sejak kepergian kakek, tidak lagi kunikmati…

May dan Revolver Tua

 redaksicerpen  Sunday, 12 February 2017  0 Comments on May dan Revolver Tua

Cerpen Wina Bojonegoro (Media Indonesia, 12 Februari 2017) DOR…dor… Suara itu memaksa May membuka mata. Ia tergagap bangun, dengan spontan…

Sam, Soe, Emak

 redaksicerpen  Sunday, 03 July 2016  1 Comment on Sam, Soe, Emak

Cerpen Wina Bojonegoro (Media Indonesia, 03 Juli 2016) SAM duduk memandang gerai kopi merek impor di hadapannya. Aroma kopi yang…

Dering

 redaksicerpen  Sunday, 10 April 2016  4 Comments on Dering

Cerpen Wina Bojonegoro (Jawa Pos, 10 April 2016) TEPAT pada dering ketiga aku mengangkat telepon wireless di meja kayu mahoni…

Pengakuan Rusmini

 redaksicerpen  Sunday, 20 March 2016  0 Comments on Pengakuan Rusmini

Kesendirian seringkali lebih mematikan dari sebilah belati. Caranya membunuh begitu perlahan, terkadang menyerupai kenikmatan. Kesendirian tidak membunuh tubuh, melainkan jiwa….