Category: Gunawan Maryanto

Kobatsah

 redaksicerpen  Tuesday, 10 July 2012  2 Comments on Kobatsah

Cerpen Gunawan Maryanto (Jawa Pos, 24 Juni 2012)     BEBERAPA kali sudah dalam hidup kita terbangun dan lupa dengan…

Mbak Mendut

 redaksicerpen  Wednesday, 22 February 2012  4 Comments on Mbak Mendut

Cerpen Gunawan Maryanto (Koran Tempo, 19 Februari 2012) DI jalan Bugisan Jogja dulu ada sebuah warung rokok. Kecil dan seadanya,…

Mito Si Pelawak

 redaksicerpen  Tuesday, 31 January 2012  1 Comment on Mito Si Pelawak

Cerpen Gunawan Maryanto (Suara Merdeka, 29 Januari 2012) SAAT menyaksikan sebuah pertunjukan ludruk mahasiswa di kampus sebelah kampung, Mito berkata…

Panji Reni

 redaksicerpen  Friday, 15 July 2011  0 Comments on Panji Reni

Cerpen Gunawan Maryanto (Suara Merdeka, 10 Juli 2011) PADA hari naas itu Angreni bangun sedikit terlalu siang. Ia tak mendapati…

Kepergian Sutasoma

 redaksicerpen  Tuesday, 07 June 2011  0 Comments on Kepergian Sutasoma

Cerpen Gunawan Maryanto (Koran Tempo, 5 Juni 2011) BERITA ini kutulis untuk Sri Bajrajñana yang hampa—yang berdiam jauh di dalam…

Tamu dari Masa Lalu

 redaksicerpen  Sunday, 09 January 2011  0 Comments on Tamu dari Masa Lalu

Cerpen Gunawan Maryanto (Koran Tempo, 09 Januari 2011) SEBUAH tombak melayang ke arah dadanya. Melesat dengan cepat seperti pesawat terbang….

Sumadi Becak

 redaksicerpen  Sunday, 26 September 2010  0 Comments on Sumadi Becak

TUKANG becak itu bernama Sumadi. Teman-temannya di kampung memanggil Sumadi Becak. Ia sering mengantar saya ke mana saja. Mangkalnya persis…

Sucipto

 redaksicerpen  Sunday, 19 September 2010  0 Comments on Sucipto

SUCIPTO tahu besok pagi dia akan kalah. “Tak ada yang mendukungku sama sekali!” Tak ada tenaga dalam suaranya. Keras tapi…

Pergi ke Toko Wayang

 redaksicerpen  Sunday, 27 June 2010  0 Comments on Pergi ke Toko Wayang

AKHIRNYA aku mengajakmu ke toko wayang. Itu janjiku sejak tahun lalu. Barulah sekarang aku bisa melunasinya. Betapa sulit menjelaskan kepadamu…

Sarpakenaka

 redaksicerpen  Sunday, 18 April 2010  0 Comments on Sarpakenaka

PAK Karyono menatapku dengan tajam. Seperti tengah mengulitiku dengan kejam. Di luar langit mendung seolah mengekalkan pertemuan kami.