Manusia Pasrah
AKU mengendus anyir paradoks dalam kepekatan malam. Lidah gerimis menjilat hening, tetapi debu-debu yang mengusamkan nurani masih saja liar menari-nari….
Arsip Cerpen di Indonesia
AKU mengendus anyir paradoks dalam kepekatan malam. Lidah gerimis menjilat hening, tetapi debu-debu yang mengusamkan nurani masih saja liar menari-nari….
AKU berdiri di depan sebuah rumah mewah berlantai dua di kawasan elite ibu kota. Pagarnya terdiri dari beberapa tiang pancang…
Cerpen Musyafak Timur Banua (Republika, 29 Agustus 2010) FULAN belum berhenti memandangi puncak masjid. Kubah itu masih separuh jadi. Sepertiga…
Cerpen M Romadlon (Republika, 22 Agustus 2010) MATANYA belum terbuka benar ketika penciumannya menangkap bau yang tidak sedap. Biasanya, Boy…
NAMANYA Adi. Tahun ini dia baru tamat SMA. Jenjang SMA dia tamatkan di pesantren. Kefasihannya membaca dan menghafal Al-Quran terjamin….
SIANG yang sangat terik itu Sarno duduk termenung di kursi becaknya yang mulai sobek-sobek di beberapa tempat. Digeser duduknya di…
Cerpen Trudonahu Abdurrahman Raffles (Republika, 01 Agustus 2010) SEBUAH mobil boks tampak berhenti persis di depan rumah kecil. Rahmat, penghuninya,…
MASIH seperti kemarin, tangan sebelah kanan Mbah Dul Karim terlihat menenteng tasbih sambil memutarnya pelan. Sementara bibirnya terlihat komat-kamit layaknya…
HARI sudah sore. Lembayung senja memayungi Kardi yang berjalan dengan sepeda motor tuanya. Kardi kembali memanjakan diri ke warnet di…
MASJID masih sepi. Jamaah belum ada yang datang. Deden menghidupkan lampu. Membuka kamar wudlu dan mengatur keran air. Ia akan…
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | |||||
| 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |
| 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 |
| 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 |
| 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 |
| 31 | ||||||
Copyright © 2026 CERPEN.MY.ID