Category: Sunlie Thomas Alexander

Sunat

 redaksicerpen  Sunday, 21 June 2015  1 Comment on Sunat

Cerpen Sunlie Thomas Alexander (Jawa Pos, 21 Juni 2015) PERCAYAKAH Anda? Kalau di kampung halamanku, khitan atau yang lebih kerap…

Thung Se

 redaksicerpen  Sunday, 09 March 2014  1 Comment on Thung Se

Cerpen Sunlie Thomas Alexander (Jawa Pos, 9 Maret 2014) SEBAGIAN orang menganggap mendiang ayahku sebagai orang yang beruntung karena terpilih…

Makam Seekor Kuda

 redaksicerpen  Sunday, 10 February 2013  4 Comments on Makam Seekor Kuda

Cerpen Sunlie Thomas Alexander (Jawa Pos, 10 Febuari 2013)   “INI makam seekor kuda,” kuingat jawaban ibuku ketika aku pertama…

Dongeng Sinterklas

 redaksicerpen  Sunday, 30 December 2012  0 Comments on Dongeng Sinterklas

Cerpen Sunlie Thomas Alexander (Suara Merdeka, 30 Desember 2012) CERITA pendek ini aku dengar dari seorang temanku, orang Inggris yang…

Meriam Menembak London

 redaksicerpen  Wednesday, 17 October 2012  1 Comment on Meriam Menembak London

Cerpen Sunlie Thomas Alexander (Jawa Pos, 30 September 2012) Pada mulanya CHINA kalah dari Inggris dalam Perang Candu [1], Agustus…

Anjing Langit

 redaksicerpen  Tuesday, 07 August 2012  2 Comments on Anjing Langit

Cerpen Sunlie Thomas Alexander (Jawa Pos, 5 Agustus 2012) DI ANTARA sekian banyak kisah mitologi yang sering dituturkan pamanku selepas…

Parfum

 redaksicerpen  Wednesday, 21 March 2012  2 Comments on Parfum

Cerpen Sunlie Thomas Alexander (Koran Tempo, 18 Maret 2012) RASANYA ia berharap waktu membeku di dalam tenda kecil yang sedikit…

Kisah Seruas Jalan

 redaksicerpen  Sunday, 01 May 2011  0 Comments on Kisah Seruas Jalan

Cerpen Indrian Koto & Sunlie Thomas Alexander (Suara Merdeka, 01 Mei 2011) Jalan Pembuka

Niat Jahat di Kepala Cheng Ho

 redaksicerpen  Sunday, 06 February 2011  0 Comments on Niat Jahat di Kepala Cheng Ho

BAGAIMANA mesti aku rawikan riwayat Sam Po Thai Kam yang serupa dongeng ini? Oh, kisah-kisah liar yang tak mungkin kautemukan…

Po Tu Fan

 redaksicerpen  Sunday, 30 January 2011  0 Comments on Po Tu Fan

IA selalu membawa karung goni besar ke mana-mana, sebilah arit tajam terselip di pinggangnya. Ya, serupa seekor kucing lapar, ia…