Kematian Puisi
Kelopak matanya yang kendur dan keriput perlahan membuka. Kemudian menutup lagi—mungkin karena cahaya lampu ruangan yang putih terang terlalu menusuk…
Arsip Cerpen di Indonesia
Kelopak matanya yang kendur dan keriput perlahan membuka. Kemudian menutup lagi—mungkin karena cahaya lampu ruangan yang putih terang terlalu menusuk…
Cerpen Ida Fitri (Republika, 27 September 2015) Kamu hanya harus berlari, Mejra. Jangan pernah melihat ke belakang. Teruslah berlari! Bumi…
Durian memang raja buah yang statusnya masih aman karena belum ada buah tandingan yang bernyali mendongkel takhtanya. Cuma, raja yang…
Cerpen Irwan Kelana (Republika, 20 September 2015) Akhirnya, aku tiba juga di kota yang kurindukan ini. Makkah, kota kelahiran Rasulullah…
Begitu Astrid turun di sebuah stasiun kecil yang lengang, cahaya rembulan membius sepasang rel membuatnya tampak lebih pucat dan kaku….
Cerpen Sigit Widiantoro (Republika, 13 September 2015) Ratri takut, amat takut. Ratri merasa bulu kuduknya berdiri setiap kali dia muncul….
Cerpen Ahmad Tohari (Kompas, 13 September 2015) TENTU tidak ada penumpang yang setuju kereta api malam dari timur itu berhenti…
Cerpen Guntur Alam (Republika, 06 September 2015) Sepekan ini, orang-orang di Tanah Abang dikejutkan dengan berita sekaratnya Dulkarim. Laki-laki berumur…
Semula, aku hanya sebuah patung lilin yang dipahat seorang lelaki yang patah hati. Akulah satu-satunya patung paling sempurna yang pernah…
Cerpen Jun Haiyy (Republika, 30 Agustus 2015) Penghuni Blok Melati, Perumahan Asri Cendana, katanya istimewa. Blok ini dihuni rata-rata oleh…
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | 3 | 4 | |||
| 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 |
| 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 |
| 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 |
| 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | |
Copyright © 2026 CERPEN.MY.ID