Kabut
Cerpen Adi Zamzam (Suara Merdeka, 21 April 2013) KABUT tiba-tiba saja memperpendek jarak pandang. Wono merasa telah begitu jauh meninggalkan…
Arsip Cerpen di Indonesia
Cerpen Adi Zamzam (Suara Merdeka, 21 April 2013) KABUT tiba-tiba saja memperpendek jarak pandang. Wono merasa telah begitu jauh meninggalkan…
Cerpen Afika Awwaliyah Rozzaq (Republika, 21 April 2013) BEBERAPA hari ini aku merasakan beberapa kali napas berat menghantuiku. Rasanya, sungguh…
MAURA membiarkan kancing bajunya tetap terbuka, meski ini bulan Agustus yang dingin. Angin badai berembus di luar. Beringas. Mematahkan beberapa…
Cerpen Erni Aladjai (Media Indonesia, 21 April 2013) RABU pagi yang bercahaya, mereka terbangun dalam satu selimut. Laura dan Don…
Cerpen Ayi Jufridar (Media Indonesia, 14 April 2013) PEREMPUAN itu berdiri di sana, di depan pintu yang senantiasa terbuka setelah…
Cerpen Yetti A.KA (Jawa Pos, 14 April 2013) TERAKHIR kali Marinda datang dalam mimpiku, ia berkata, Aku urung pulang,…
Cerpen Guntur Alam (Suara Merdeka, 14 April 2013) AKU baru saja membunuh ayahku dan meninggalkan Ibu yang menangisinya. Heran,…
Cerpen Ilham Mahendra (Republika, 14 April 2013) SORE masih sangatlah terang, namun gerimis turun mengetuk genting-genting rumah warga. Ibu-ibu berlarian…
BAGAIMANA kau membayangkan seorang wanita yang menjelma sebatang pohon, hidup selama puluhan tahun, dan tak pernah kembali menjadi manusia?
Cerpen Adam Gottar Parra (Media Indonesia, 7 April 2013) MARAH-MARAH seperti orang kerasukan setan terjadi hampir saban malam, sebelum Saroghol…
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | 3 | 4 | |||
| 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 |
| 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 |
| 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 |
| 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | |
Copyright © 2026 CERPEN.MY.ID