Kadal
Cerpen Putu Wijaya (1995) SEKITAR jam sepuluh pagi. Seorang anak menatap batu-batu di sebuah gang. Di bawah pohon belimbing, dari…
Arsip Cerpen di Indonesia
Cerpen Putu Wijaya (1995) SEKITAR jam sepuluh pagi. Seorang anak menatap batu-batu di sebuah gang. Di bawah pohon belimbing, dari…
Cerpen Seno Gumira Ajidarma (Kompas, 22 Januari 1995) “JADI, mereka tidur sambil memandang rembulan, Mama?”
Cerpen Seno Gumira Ajidarma (Kompas, 18 September 1994) TERANG bulan. Listrik mati. Seperti biasa Naro melangkah pulang menjelang dini hari,…
Cerpen Putu Wijaya (Kalam Edisi 01/1994) KARENA semua jalan buntu, Alung mengadu ke dukun.
Cerpen Joni Ariadinata (Kompas, 10 Oktober 1993) PLASTIK-PLASTIK terapung, lumpur pekat kecoklatan, perkakas penyok, bangkai anjing dengan perut gembung, lalat…
Cerpen Seno Gumira Ajidarma (Kompas, 28 Maret 1993) PADA sebuah telepon umum, seorang wanita berbicara dengan wajah gelisah.
Cerpen Hamsad Rangkuti (Republika, 21 Maret 1993) AKU adalah orang yang suka menikmati berbuka puasa di rumah makan atau warung-warung…
Cerpen Seno Gumira Ajidarma (Kompas, 09 Februari 1992) ALINA tercinta,
Cerpen Seno Gumira Ajidarma (Kompas, 05 Januari 1992) PELAJARAN mengarang sudah dimulai.
Cerpen Jujur Prananto (Kompas, 20 Oktober 1991) BU Kustiyah bertekad bulat menghadiri resepsi pernikahan putra Pak Hargi. Tidak bisa tidak….
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | 3 | ||||
| 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
| 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 |
| 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 |
| 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 |
Copyright © 2026 CERPEN.MY.ID