Month: April 2010

Orang Bunian

 redaksicerpen  Sunday, 25 April 2010  0 Comments on Orang Bunian

“Masih adakah orang bunian itu, Ayah?”

Tobat

 redaksicerpen  Sunday, 25 April 2010  0 Comments on Tobat

TEMBAKAN itu datang dari berbagai arah. Dada dan kepalanya pecah. Rusuk dan kedua kakinya rengkah. Ketika malaikat maut menghampirinya, ia…

Sipleg

 redaksicerpen  Sunday, 25 April 2010  0 Comments on Sipleg

LUH SIPLEG nama perempuan tua itu. Perempuan kurus dengan beragam kerut-kerut tajam yang membuat takut orang yang menatapnya. Menurutku, Sipleg…

Cermin

 redaksicerpen  Sunday, 25 April 2010  0 Comments on Cermin

Percakapan dengan Cermin I DADANYA berdesir, Maila takjub melihat wajahnya sendiri di cermin. Serupa benar dengan wajah seorang putri, katanya…

Sang Kolonel Menembak Seto dan Membuat Pikun Istrinya Sendiri

 redaksicerpen  Sunday, 25 April 2010  0 Comments on Sang Kolonel Menembak Seto dan Membuat Pikun Istrinya Sendiri

Cerpen AS Laksana (Koran Tempo, 25 April 2010) SESUNGGUHNYA ia berpangkat mayor, tetapi saya akan menyebutnya sebagai kolonel demi kenikmatan…

Janji

 redaksicerpen  Sunday, 18 April 2010  0 Comments on Janji

Ini sepenggal cerita yang kupunya, dari serpih-serpih masa silam yang tersisa. Cerita tentang seorang lelaki bermata surya. Penuh dengan muatan…

Kisah-kisah yang Pendek

 redaksicerpen  Sunday, 18 April 2010  0 Comments on Kisah-kisah yang Pendek

Rumah SEDARI dulu, ia ingin tinggal di rumah saja. Menata beranda, membuat kolam kecil, taman kecil, atau beberapa rencana kecil…

Pelangi Senja

 redaksicerpen  Sunday, 18 April 2010  0 Comments on Pelangi Senja

SEMBURAT keemasan mentari mulai menari-nari di antara sekat rerantingan pohon akasia yang berdiri kokoh dan dijadikan sandaran tubuhnya. Satu dua…

Sarpakenaka

 redaksicerpen  Sunday, 18 April 2010  0 Comments on Sarpakenaka

PAK Karyono menatapku dengan tajam. Seperti tengah mengulitiku dengan kejam. Di luar langit mendung seolah mengekalkan pertemuan kami.

Pengakuan

 redaksicerpen  Sunday, 18 April 2010  0 Comments on Pengakuan

Di Semarang, pada tanggal 31 Januari 1728, setelah mundur satu hari dari hari yang direncanakan (karena, menurut perhitungan, itu adalah…