Pengakuan Rusmini
Kesendirian seringkali lebih mematikan dari sebilah belati. Caranya membunuh begitu perlahan, terkadang menyerupai kenikmatan. Kesendirian tidak membunuh tubuh, melainkan jiwa….
Arsip Cerpen di Indonesia
Kesendirian seringkali lebih mematikan dari sebilah belati. Caranya membunuh begitu perlahan, terkadang menyerupai kenikmatan. Kesendirian tidak membunuh tubuh, melainkan jiwa….
Cerpen Faisal Oddang (Koran Tempo, 19-20 Maret 2016) “BAGAIMANA cara mereka memotong lidahmu?”
Cerpen Putu Oka Sukanta (Media Indonesia, 13 Maret 2016) Pita merah dan matahari Cinta berdarah sampai mati (Agam Wispi) …
Cerpen Luhur Satya Pambudi (Suara Merdeka, 13 Maret 2016) Bukan hanya sekali, perempuan tersebut menjalani hubungan serius dengan lelaki. Bahkan…
Cerpen Zelfeni Wimra (Jawa Pos, 13 Maret 2016) “Jangan sampai lupa memberi makan kucing,” ucap suara lembut di seberang telepon…
Cerpen Panji Dewantara (Republika, 13 Maret 2016) Dari balik jendela rumah ibumu yang tua, kau mendengar ayat yang dilantunkan oleh…
Gerson berkali-kali memperingatkan Iros. Duduk di samping jendela dengan wajah yang kelihatan dari luar adalah mengundang bahaya fatal. Jendela double…
Cerpen Wihambuko Tiaswening Maharsi (Koran Tempo, 12-13 Maret 2016) PEREMPUAN cantik yang hatinya sedang terluka selalu nampak lebih menarik. Jangan…
Cerpen Ana Mustamin (Media Indonesia, 06 Maret 2016) INI era narsistik. Siapa pula tengah malam begini sibuk memotret? Tak hanya…
Cerpen Y Agusta Akhir (Suara Merdeka, 06 Maret 2016) Ia tak bisa mengingat lagi, kapan pertama kali bertemu dengan perempuan…
Copyright © 2026 CERPEN.MY.ID