Category: Putu Oka Sukanta

Tutur Wani

 redaksicerpen  Sunday, 19 January 2020  0 Comments on Tutur Wani

Cerpen Putu Oka Sukanta (Kompas, 19 Januari 2020) MBAK Narti berulang tahun yang ke-75, dan saya datang ke rumahnya. Setelah…

Mbak Mar

 redaksicerpen  Sunday, 02 June 2019  0 Comments on Mbak Mar

Cerpen Putu Oka Sukanta (Kompas, 02 Juni 2019) MBAK Mar, begitulah kami sekeluarga memanggilnya. Saya dan istri jauh lebih tua,…

Masa Lalu di Meja Makan

 redaksicerpen  Sunday, 09 April 2017  0 Comments on Masa Lalu di Meja Makan

Frankfurt Oktober, diramaikan dedaunan yang bagaikan pemain sandiwara sibuk berganti pakaian warna-warni yang berubah-ubah. Angin bergurau dengan helai rambut yang…

Kaos Hitam, Payung Hitam

 redaksicerpen  Sunday, 26 March 2017  1 Comment on Kaos Hitam, Payung Hitam

TERIK membakar kota. Beberapa gumpalan awan abu-abu tua tampak di langit. Perlahan bergerak, bagaikan orang tua bongkok yang memikul beban…

Merawat Peti Ingatan

 redaksicerpen  Sunday, 25 September 2016  1 Comment on Merawat Peti Ingatan

Cerpen Putu Oka Sukanta (Media Indonesia, 25 September 2016) SUATU hari saya menerima e–mail dari seorang kandidat doktor sebuah universitas…

Surat untuk Ado

 redaksicerpen  Sunday, 28 August 2016  0 Comments on Surat untuk Ado

Ado, ini surat aku tulis sepulang dari rumahmu. Engkau telah membawa aku ke kawah kerinduan yang luka. Sisa langit kelam,…

Cinta Berdarah di Balik Foto

 redaksicerpen  Sunday, 13 March 2016  0 Comments on Cinta Berdarah di Balik Foto

Cerpen Putu Oka Sukanta (Media Indonesia, 13 Maret 2016) Pita merah dan matahari Cinta berdarah sampai mati (Agam Wispi)  …

Penjara Kedua

 redaksicerpen  Sunday, 28 September 2014  1 Comment on Penjara Kedua

Cerpen Putu Oka Sukanta (Media Indonesia, 28 September 2014) APA yang akan terjadi besok? Rasanya seperti merenungi anak sungai yang…