Kota yang Terbakar
Hari ke-111 masa pengasingan. Tenda-tenda telah koyak, tanah retak dilelehi air mata kaum pengungsi. Yang akan pergi malam ini. Entah…
Arsip Cerpen di Indonesia
Hari ke-111 masa pengasingan. Tenda-tenda telah koyak, tanah retak dilelehi air mata kaum pengungsi. Yang akan pergi malam ini. Entah…
AKU menunggu orang yang tidak akan pernah datang. Bukan karena ia seorang pengkhianat, melainkan kami memang tak pernah berjanji. Aku…
Marjo tak tahu harus berbuat apa. Upah sebagai buruh mencangkul tak mencukupi kebutuhan. Kini makan, besok tak mesti. Di gentong…
Di bawah matahari terik pagi aku berdiri di kaki piramida Gizeh yang mengerucut ke arah langit setinggi 147 meter. Dengan…
Oleh Sulistiyo Suparno (Suara Merdeka, 02 April 2017) Tuan Charlie dan Nyonya Martha memutuskan untuk pulang ke kampung halaman mereka….
GUBERNUR Gobal Gabul sangat popular, karena wajahnya tampan, tubuhnya gagah dan jujur. Dia punya semboyan: Jangan korupsi dan jangan dusta….
PODOL sedang mengenakan baju terbagus yang dimilikinya, baju yang selama sepuluh tahun disimpan, kemeja kotak-kotak dan celana jins cokelat. Kepala…
Copyright © 2026 CERPEN.MY.ID