KERETA AKHIR SEPTEMBER BASAH

Sekitar Lempuyangan, deret kaki lima begitu ramai
orang lalu lalang datang kemudian pergi,
musik dangdut, koplo, campursari tidak mati-mati.
Ini sekian kali kulewati jalan yang terburu-buru,
sesak gelisah, dan sedikit senyum pura-pura.
Pada akhir September basah yang sesekali memerah
sebelum kereta melintas di tepi jalan yang resah,
waktu tetap menggulir sebagaimana degup dada berdesir.
Di salah satu sudut simpang palang pintu kereta
anak-anak putus sekolah berlarian,
menghitung gerbong yang berlepasan.
Mereka tertawa, menyelipkan impian
ke dalam saku celana yang berlobang,
ke dalam kecemasan yang melaju
secepat lintas kereta menuju stasiun selanjutnya.
Jejak Imaji, September 2017