Pareidolia Hujan, Kereta Akhir September Basah, Dieng

KERETA AKHIR SEPTEMBER BASAH

Pareidolia Hujan, Kereta Akhir September Basah, Dieng ilustrasi Google
Pareidolia Hujan, Kereta Akhir September Basah, Dieng ilustrasi Istimewa

Sekitar Lempuyangan, deret kaki lima begitu ramai

orang lalu lalang datang kemudian pergi,

musik dangdut, koplo, campursari tidak mati-mati.

 

Ini sekian kali kulewati jalan yang terburu-buru,

sesak gelisah, dan sedikit senyum pura-pura.

 

Pada akhir September basah yang sesekali memerah

sebelum kereta melintas di tepi jalan yang resah,

waktu tetap menggulir sebagaimana degup dada berdesir.

 

Di salah satu sudut simpang palang pintu kereta

anak-anak putus sekolah berlarian,

menghitung gerbong yang berlepasan.

 

Mereka tertawa, menyelipkan impian

ke dalam saku celana yang berlobang,

ke dalam kecemasan yang melaju

secepat lintas kereta menuju stasiun selanjutnya.

 

Jejak Imaji, September 2017

 

Arsip Cerpen di Indonesia