DIENG

Sebentang jalan memanjang.
Aroma pupuk kandang dan belerang
seperti kasihku padamu, kangenku.
Tak akan hilang meski embus angin
secepat detik waktu yang terburu.
Kesiur pohon dan sayur mayur
tak akan sunyi, meski musim banal
bikin panen gagal dan petani sebal.
Kangenku padamu, kasihku
merawat segala yang hangat,
sedang dingin, adalah ihwal
yang membikin kita tetap terjaga.
Jejak Imaji, Oktober 2017
Ardy Priyantoko, lahir di Wonosobo 19 Desember 1992. Bergiat di Jejak Imaji dan Komunitas Sastra Bimalukar. Mengabdi di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.