Kak Lia lalu mengajak Meta bergabung dcngan pengunjung lain menuju perahu yang akan mengantar pengunjung berkeliling.
Beberapa burung keluar dari semak-semak, lalu terbang saat mereka melintas.
“Wah, banyak juga burungnya.” Meta berdecak kagum.
“Iya, Pamurbaya menjadi tempat tinggal aneka jenis burung, seperti sikatan bakau dan burung khas Jawa, misalnya cerek jawa dan bubut jawa. Beberapa ikan komoditas tambak seperti mujaer, manyung, dan sembilang banyak dijumpai di sini.”
“Kak Lia hebat. Tahu seluk beluk ekowisata hutan mangrove ini.”
Kak Lia tersenyum. “Kampus kakak beberapa kali mengadakan reboisasi ke sini.”
“Kenapa harus direboisasi, Kak? Bukankah masih banyak pohon bakau di Pamurbaya?” tanya Meta.
“Tumbuhan itu sama dengan hewan dan manusia, punya batasan umur. Jadi, reboisasi diperlukan agar kawasan mangrove yang menjadi tempat hidup aneka satwa ini bisa dilestarikan keberadaannya.”
Meta manggut-manggut. Ia ingin mengikuti jejak Kak Lia untuk ikut andil dalam menjaga keberlangsungan hidup kawasan hutan mangrove Pamurbaya. *