Sajak-Sajak Ardani HK (Lampung Post, 01 April 2018)

Waspada!
Ini tahun politik
di mana halilintar melahirkan permata
membelah jalan bercabang
antara menyeberang atau belok kanan
hati-hatilah bicara dengan rumput
bergoyang!
sebab janji mereka pasti hiburan
Kampung Tembakau, 2018
Prahara Anak Miskin
Dengan menyebut nama matahari
panggillah badai politik yang membung-
kus demokrasi
agar koruptor tak melulu pasang jala
lempar air mata
lantaran suka takhta dan
penjilat janji di desa
Sebagai anak miskin tak beruang dalam
saku
melewati jembatan karat
agar sekolah bisa tamat
meski beasiswa tak dapat
maka, atas nama halaman-halaman
buku yang berserakan di selokan
susuilah orang-orang berpangkat den-
gan bangkai anak domba
agar bibir mereka tak lagi mengadu fakta
menyelipkan angka kemiskinan
mengambil keuntungan
Sebagai anak miskin yang konon dijamin
negara
aku muak dengan Ibu Pertiwi
yang kini layu akibat kelakukan bejat para
pejabat
Kampung Tembakau, 2018
Ritual Baru yang Jatuh Satu-Satu
Terkadang aku malu bicara keindahan
desaku padamu
karena urat-urat pemerintah
tak pernah akur dengan detak jantung
anggota dewan
jalan-jalan berlubang
huru-hara kemiskinan menjadi
dongeng setiap malam
terkikis ritual imunitas kritik
padahal sekali-kali perlu ditabur kerikil
serta paku-paku
agar mereka tak alpa menyebut nama
rakyat yang benar-benar rakyat
bukan orang-orang yang mengamini
titah koruptor
lalu menelurkan bulir-bulir mutiara
lewat mulutnya yang kotor
Kampung Tembakau, 2018
Lahirnya Jam-jam Gelisah
Apa jadinya jika di simpang buntu
ada murid yang digagahi guru
ada guru yang dibunuh anak didik
akibat moral gadget yang mengganti-
kan kalam Ilahi
Kalau memang di lubuk karang yang
terbengkalai
ada sisa takzim yang perlu dieja
datanglah di perbatasan sabda ibu
dan guru
di sana,
kau akan dapati matahari yang merun-
duk di bawah naungan alif, lam, mim
tepat di kening ibu dan guru
kau tetap anak yang lugu
Kampung Tembakau, 2018
Kesaksian Seorang Lelaki
Karena esok hari,
tepat matahari meninggi
akan ada gagak hitam berkalung surat
rahasia
dari seorang lelaki yang mati
merangkul merah putih
di keningnya ada gambar rakyat
Indonesia
berteriak dengan aroma api:
matilah kau
penghasut negeri!
Kampung Tembakau, 2018